Berita Purbalingga

7 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba di Tangkap di Purbalingga, Terancam Hukuman Penjara 5-20 Tahun

Satresnarkoba Polres Purbalingga menangkap tujuh pelaku penyalahgunaan narkoba dari empat kasus berbeda.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/POLRES PURBALINGGA
Satresnarkoba Polres Purbalingga menunjukkan para tersangka kasus narkoba jenis sabu, psikotropika, serta obat daftar G, yang diamankan selama Agustus, dalam konferensi pers di Mapolres Purbalingga, Senin (12/9/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Satresnarkoba Polres Purbalingga menangkap tujuh pelaku penyalahgunaan narkoba dari empat kasus berbeda.

Dalam rilis yang diterima, Wakapolres Purbalingga Kompol Pujiono mengatakan, para pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu diamankan dalam kegiatan selama bulan Agustus.

"Dari empat kasus yang diungkap, dua kasus merupakan penyalahgunaan narkotika, satu kasus penyalahgunaan psikotropika, dan satu kasus penyalahgunaan obat daftar G," jelas Wakapolres didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Achirul Yahya dan Kasi Humas Iptu Edi Rasio, Senin (12/9/2022).

Baca juga: Belajar Jaga Kesehatan Mulut, 2.100 Pelajar SD/MI di Purbalingga Ikuti Kegiatan Sikat Gigi Massal

Baca juga: Pulang dari Musala, Ayah di Bukateja Purbalingga Temukan Anak Balitanya Tewas di Kolam Samping Rumah

Pujiono mengatakan, tujuh tersangka yang diamankan adalah FAS (20), warga Desa Mipiran, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga; IFR (27) dan AIS (26), warga Desa Karangduren, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga.

Juga, SWR (28), warga Desa Kramat, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas; serta MD (25), MR (22), dan HB (27), ketiganya warga Aceh.

Dalam kasus ini, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 19 butir obat Alprazolam, 170 butir obat jenis Tramadol, 320 butir obat jenis Trihexyphenidil, 1202 butir obat jenis Hexymer, 6 butir pil warna kuning.

Kemudian, 1 paket klip transparan berisi 0,62 gram sabu, 1 paket klip transparan berisi 0,40 gram sabu, sejumlah uang tunai, dan alat komunikasi.

"Modus para tersangka yaitu mereka membeli narkotika, psikotropika, dan obat daftar G secara online."

"Kemudian, ada yang dipakai sendiri dan ada yang diedarkan untuk dijual lagi," ungkapnya.

Pujiono menjelaskan, tersangka kasus sabu akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a, UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca juga: Keliling Cari Anak Punk, Ini yang Dilakukan Anggota Polsek Bukateja Purbalingga saat Bertemu Mereka

Baca juga: Sambut Muktamar ke-48 Muhamadiyah dan Aisyiyah, 14.500 Peserta Ikuti Karnaval di Purbalingga

Mereka terancam hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Sementara, para tersangka kasus psikotropika, dijerat Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan atau Pasal 196 Jo Pasal 98 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Ancaman hukuman pasal ini adalah pidana penjara 5 tahun hingga 10 tahun dan denda mulai dari Rp 100 juta hingga paling banyak Rp 1 miliar.

Sedangkan tersangka kasus penyalahgunaan obat daftar G, akan dijerat Pasal 196 Jo Pasal 98 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Ancaman hukumannya, paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. (*)

Baca juga: Persijap Jepara Melorot ke Urutan Kedua, Berikut Klasemen Sementara Grup Tengah Liga 2 2022/2023

Baca juga: Kabur ke Banyumas, Warga Cilacap Pencuri Brankas Milik Selebgram Dara Arafah Ditangkap

Baca juga: Dugaan Korupsi yang Seret Iwan Budi Bukan di Bapenda Semarang, Iin: Tahun 2010, Kami Belum Terbentuk

Baca juga: Dua Warga Cirebon Ditangkap Polresta Banyumas saat Transaksi Sabu di Depan Apotik di Sokanegara

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved