Berita Banyumas

Digerebek Polisi! Tak Hanya Jual Pulsa, Konter di Bantarsoka Banyumas Juga Jual Obat Psikotropika

Ratusan butir obat psikotropika disita Satresnarkoba Polresta Banyumas dari sebuah konter HP di Jalan Sokajati, Kelurahan Bantarsoka, Banyumas.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Polresta Banyumas
Polresta Banyumas merilis foto tersangka dan barang bukti penjualan obat psikotropika tanpa resep dokter di konter HP di Jalan Sokajati, Kelurahan Bantarsoka, Kecamatan Purwokerto Barat, Kamis (8/9/2022). Dalam kasus ini, polisi polisi mengamankan EA (21), warga Kelurahan Pasirmuncang, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Ratusan butir obat psikotropika disita petugas Satresnarkoba Polresta Banyumas dari sebuah konter HP di Jalan Sokajati, Kelurahan Bantarsoka, Kecamatan Purwokerto Barat, Kamis (8/9/22).

Obat-obatan yang seharusnya dijual menggunakan resep dokter ini dijual bebas.

Kasus ini terbongkar bermula dari laporan warga sekitar yang mencurigai aktivitas di kios seluler tersebut.

Kasat Narkoba Polresta Banyumas Guntar Arif Setiyoko mengatakan, informasi itu diterima pada Sabtu, 3 September 2022.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Tembok Pembatas Perumahan Griya Satria Banyumas dengan Sungai Bodas Ambrol

Baca juga: Menjauh dari Hiruk Pikuk Kota di Curug Cipendok, Cilongok, Banyumas

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling di Banyumas Hari Ini, Minggu 11 September 2022. Buka di Rita Super Mall

Berbekal informasi ini, polisi melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, Kamis, 8 September 2022, mereka menggerebek konter HP tersebut.

"Petugas kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dan mengamankan pelaku penjual obat terlarang yang berinisial EA (21), warga Kelurahan Pasirmuncang, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas," ujar Guntar dalam rilis yang diterima, Minggu (11/9/2022).

AE merupakan seorang karyawan di konter HP tersebut.

"Dari dalam konter HP tersebut, petugas melakukan penggeledahan dan mendapati 300 butir Aprazolam senilai Rp 6 juta dan 1 buah Handphone Merk Xiamoi Redmi 10 warna putih sebagai alat komunikasi," katanya.

Guntar mengatakan, pelaku dijerat Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta. (*)

Baca juga: Pacitan Diguncang Gempa Magnitudo 5.6, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Baca juga: Bakmi Anglo Pak Trisno, Kuliner Legendaris yang Lezat di Cilacap Berusia 48 tahun

Baca juga: Hasil Tes DNA Jenazah Diduga Pegawai Bapenda Semarang Baru Keluar 2 Pekan, Polisi Juga Periksa Saksi

Baca juga: Selain Papua, Kepulauan Mentawai Juga Diguncang Gempa 6.1 SR, Warga Mengungsi ke Perbukitan

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved