Tips Kesehatan

Sarapan dapat Membantu Mengekang Rasa Lapar

Banyak orang yang  membatasi sarapan karena sibuknya pada hari kerja dan sekolah, namun menurut ahli melewatkan sarapan akan menambah berat badan

Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
PIXABAY
Banyak orang yang  membatasi sarapan karena sibuknya pada hari kerja dan sekolah, namun menurut peneliti melawatkan sarapan akan berdampak pada penambahan berat badan 

TRIBUNBANYUMAS.COM, NEW YORK - Banyak orang yang  membatasi sarapan karena sibuknya pada hari kerja dan sekolah, maka para ahli mengungkapkan bahwa melewatkan sarapan akan menambah berat badan atau menghambat penurunan berat badan.

 Jadi anda harus makan makanan ringan di malam hari dan menjadikan sarapan sebagai makanan utama. Menurut penelitian sebelumnya, sarapan bermanfaat memberi waktu pada tubuh untuk membakar kelebihan kalori sepanjang hari.

Baca juga: Bantuan Jamban dari Pemprov Jateng Ubah Perilaku Sehat Warga Lebak Grobogan, Ini Buktinya!

Baca juga: Wow! Ibu di Arab Saudi Melahirkan 10 Bayi Kembar secara Normal, Semua Anak Dinyatakan Sehat

Baca juga: Ciptakan Lingkungan Sehat, Kodim 0709 Kebumen Bantu Pembagunan 654 Jamban Warga di Lima Kecamatan

Dilansir dari media asing CNN.com pernyataan tersebut bahwa makan banyak kalori pada sarapan akan "mengubah metabolisme" yang mendukung penurunan berat badan lebih besar, kata Dr. David Katz, pendiri dan mantan direktur Pusat Penelitian Universitas Yale, melalui email.

Namun saat tidak sarapan, makan malam akan lebih banyak, jadi tidak berdampak pada penurunan berat badan. Hal ini sudah teruji klinis baru yang membandingkan orang yang makan sebagian besar kalori harian mereka saat sarapan dengan mereka yang makan paling banyak saat makan malam.

“Jadi, penelitian ini menyangkal anggapan bahwa makan lebih awal mengubah metabolisme dengan cara yang mendukung penurunan berat badan yang lebih besar.” kata Katz.

Studi yang diterbitkan Jumat di jurnal Cell Metabolism, adalah uji coba “crossover” acak.

Tiga puluh orang yang kelebihan berat badan atau obesitas namun dinyatakan sehat menghabiskan empat minggu makan 45 persen dari kalori yang ditugaskan mereka di pagi hari, 35 persen saat makan siang dan 20 persen saat makan malam.

Kelompok yang sama kemudian beralih ke empat minggu saat makan malam dengan kalori tertinggi: 20 persen di pagi hari, 35 persen saat makan siang, dan 45 persen untuk makan malam.

“Peserta diberikan semua makanan mereka selama delapan minggu,” rekan penulis studi Alexandra Johnstone, seorang profesor kedokteran di Institut Rowett di Universitas Aberdeen di Skotlandia, mengatakan dalam sebuah pernyataan, “dan pengeluaran energi dan komposisi tubuh mereka dipantau untuk perubahan.”

Penelitian yang bertentangan

Baca juga: Hasil Pemeriksaan Balita Doyan Makan Tanah di Tegal, dr Fikrie Sebut VF Kondisinya Sehat

Baca juga: Warga Antusias Ikut Vaksinasi Covid Massal Polres Purbalingga, Bupati: Semoga Masyarakat Makin Sehat

Baca juga: Tubuh Murtinah Merasa Sudah Terlalu Kebal, Cerita Pemulung Asal Banjarnegara Ini Tetap Sehat

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved