Berita Internasional

Tentara Israel Menuai Kecaman atas Terbunuhnya Jurnalis Al-Jazeera, Shireen Abu Akleh

Pembunuhan jurnalis Al-Jazeera oleh tentara Israel tuai kecaman pejabat Palestina, karena penyelidikan tidak dilakukan secara serius

Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
AFP PHOTO/MAHMUD HAMS
Ledakan besar akibat serangan udara di Jalur Gaza, yang dikontrol Hamas, terjadi Senin (11/5/2021). Israel melancarkan serangan udara di Gaza untuk membalas serangan roket dari Hamas, dalam bentrokan terbaru di Masjid Al Aqsa Palestina. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, YERUSALEM-  Dilansir dari media online  Aljazeera.com, tentara Israel pada hari Senin (5/9) memutuskan untuk tidak membuka penyelidikan kriminal atas pembunuhan jurnalis  Al-Jazeera, Shireen Abu Akleh, meskipun mengakui kemungkinan “secara tidak sengaja” dibunuh oleh seorang tentara Israel.

Baca juga: Kalah Tipis di Pemungutan Suara Parlemen, Netanyahu Dilengserkan sebagai Perdana Menteri Israel

Baca juga: Israel Dapat Serangan Balik, 3 Roket Meluncur dari Wilayah Suriah. Perang Dikhawatirkan Meluas

Baca juga: Israel Serang Gaza Sehari Jelang Idulfitri, Serbuan Berlangsung Sepanjang Hari Sejak Matahari Terbit

Hal tersebut menimbulkan berbagai kecaman dan kritik oleh pejabat Palestina, pembela hak asasi manusia, dan keluarga Al Shireen Abu Akleh kepada tentara Israel

Pengumuman itu muncul karena adanya fakta bahwa jaringan Media Al Jazeera, dan beberapa penyelidikan lainnya oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia dan organisasi media terkemuka, telah memberikan dukungan kepada kesaksian bahwa Abu Akleh ditembak oleh seorang tentara Israel.

Abu Akleh (51), tewas pada 11 Mei saat meliput serangan Israel di kota Jenin. Meskipun ia mengenakan helm dan jaket antipeluru yang bertuliskan dengan jelas “PRESS”.

Saksi Palestina mengatakan kepada podcast The Take Al Jazeera bahwa mereka tidak pernah dihubungi oleh Israel sebagai bagian dari penyelidikan.

Dikutip dari guardian.com keluarga Abu Akleh mengatakan dalam sebuah pernyataan,“Keluarga kami tidak terkejut dengan hasil ini, karena jelas bagi siapa pun bahwa penjahat perang Israel tidak dapat menyelidiki kejahatan mereka sendiri. Namun, kami tetap sangat terluka, frustrasi, dan kecewa.” 

Baca juga: Balas Serangan Roket, Jet Tempur Israel Serang Hamas di Gaza

Baca juga: Gara-gara Berkewarganegaraan Israel, Gal Gadot Dituding Netizen Tak Pantas Perankan Cleopatra

Baca juga: Israel Serang Gaza, Sirine Peringatan Tembakan Roket dari Palestina Terdengar di Perbatasan

" Israel mencoba  menghindari tanggung jawab atas pembunuhan Shireen Abu Akleh", kata pernyataan itu.

“Kami akan terus menuntut agar pemerintah AS menindaklanjuti dengan adil"

B'tselem, sebuah kelompok hak asasi manusia Israel, mengatakan pembunuhan Abu Akleh adalah bagian dari kejahatan  Israel yang keterlaluan dalam sebuah pernyataannya.

“Tekanan publik dan internasional yang besar diperlukan untuk membuat Israel  mengakui bahwa salah satu tentaranya telah membunuh jurnalis Shireen Abu Akleh, sementara pada saat yang sama melepaskan tanggung jawab atas kematiannya,” katanya.

Keluarga Shireen juga berharap agar dilakukannya penyelidikan oleh pengadilan pidana internasional. (ADR)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved