Berita Jateng

Dapat Kejutan Tarian Siswi-Siswi SMP dari Siak, Ganjar: Penghayatan Mereka Luar Biasa

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapatkan kejutan dari lima siswi SMP Negeri 1 Mempura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Senin (5/9/2022) sore.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: Pujiono JS
IST
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapatkan kejutan dari lima siswi SMP Negeri 1 Mempura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Senin (5/9/2022) sore. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG  - Sudah banyak mahasiswa dan pelajar yang datang berkunung ke rumah dinas Gubernur Jawa Tengah. Namun kali ini Ganjar Pranowo mendapatkan kejutan luar biasa dari lima siswi SMP Negeri 1 Mempura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Senin (5/9/2022) sore.

Suasana rumah dinas gubernur di Puri Gedeh, Gajahmungkur, Semarang, berubah menjadi panggung pertunjukan tari payung kreasi rakit beranyun yang dibawakan oleh lima siswi itu.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapatkan kejutan dari lima siswi SMP Negeri 1 Mempura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Senin (5/9/2022) sore.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapatkan kejutan dari lima siswi SMP Negeri 1 Mempura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Senin (5/9/2022) sore. (IST)

Lima penari itu adalah Zaskia Deca, Mutia Salsabil, Febi, Shila Dea, dan Putri. Siswi kelas 9 itu membawakan tari payung yang dikreasi dan dipadukan dengan tradisi tanah Melayu tentang munajat mengusir wabah penyakit.

"Iya, saya surprise aja tadi. Saya pikir kayak studi banding dari sekolah formal gitu, tapi ternyata ada delegasi seni. Anak anak dari SMP di Siak ini lagi ikut pameran payung tapi sekaligus menampilkan karya seni yang diciptakan gurunya sendiri. Kemudian pertunjukannya dibikin dan sempat perform di rumdin (rumah dinas) saya," kata Ganjar.

Petunjuk tari yang berlangsung selama lebih kurang 20 menit itu, Ganjar kemudian berdialog dengan para penari dan rombongan dari Siak.

Satu per satu anak menceritakan bagaimana senangnya mereka bisa tampil.

Mutia dan Deca menjelaskan bahwa tari yang dibawakan bersama tiga temannya itu terdiri dari bagian.

Bagian awal adalah gambaran dari keriangan anak-anak yang bermain, menari zapin dan tari payung. Bagian kedua menggambarkan wabah yang menyerang membuat keriangan itu berubah menjadi kesedihan dan kesengsaraan.

Bagian ketiga menggambarkan bagaimana tradisi Melayu yang menjadi munajat atau doa menghilangkan wabah. Bagian ketiga inilah yang disebut dengan rakit beranyun.

"Nggak nyangka banget, luar biasa, karena tujuan awalnya di sini itu ada festin (festival Indonesia) di Solo. Kaget (bisa menari di rumah Ganjar). Pak Ganjar orangnya baik, asyik, ramah, kayak sefrekuensi, lucu. Tadi sempat ngobrol tentang budaya Melayu dan Jawa, serta kearifan lokal," ujar Deca bersama empat temannya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved