Kabar Harga BBM Bersubsidi

Pertamina Perketat Pengawasan Penjualan Solar di Tengah Kabar Kenaikan Harga, Siap Tindak SPBU Nakal

Kabar kenaikan harga BBM bersubsidi, Pertalite dan Solar, membuat PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memperketat pengawasan.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Imah Masitoh
ILUSTRASI. Pegawai SPBU Kedungpring, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, melayani konsumen saat Hari Kemerdekaan RI, Rabu (17/8/2022). Pertamina meningkatkan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi di tengah kabar kenaikan harga BBM Pertalite dan Solar. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kabar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Pertalite dan Solar, membuat PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memperketat pengawasan.

Mereka pun mengingatkan SPBU Pertamina di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan transaksi BBM bersubsidi di SPBU mereka sesuai peruntukan dan ketentuan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan Area Manager Communication Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho.

Brasto mengatakan, ada aturan dan batasan bagi konsumen membeli BBM bersubsidi. Hal ini diatuar dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 dan Surat Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) No 04/P3JBT/BPH Migas/Kom/2020.

"Pertamina Patra Niaga mengawal secara ketat BBM bersubsidi disalurkan secara tepat sasaran dan apabila ditemukan indikasi unsur pidana penyalahgunaan BBM subsidi maka tindakan tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Brasto dalam keterangan tertulis, Senin (22/8/2022).

Baca juga: Menteri hingga Wapres Kompak Ungkap Kondisi Keuangan Negara, Sinyal Harga BBM Bersubsidi Bakal Naik?

Baca juga: Menko Luhut Ungkap Kenaikan Harga BBM Diumumkan Presiden Jokowi Minggu Depan

Baca juga: Kemenkeu Anggarkan Cadangan Bansos Rp18 T, Antisipasi Harga BBM dan Listrik Naik

Ia menegaskan bahwa Pertamina akan menindak tegas SPBU yang menjual BBM kepada kendaraan yang sudah dimodifikasi tangkinya atau bekerja sama dengan konsumen untuk menyalahgunakan BBM bersubsidi.

"Pencatatan manual pembelian Solar bersubsidi di SPBU yang telah dilakukan selama ini memungkinkan kami untuk melihat adanya transaksi BBM subsidi yang tidak wajar pascatransaksi," tegas Brasto.

Ia menjelaskan bahwa Pertamina terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum terkait pengawalan penyaluran BBM bersubsidi.

"Sepanjang tahun 2022, terdapat lima kasus di wilayah Jawa Tengah dan DIY yang telah diungkap oleh kepolisian, seperti penggunaan tangki BBM kendaraan modifikasi untuk membeli solar di SPBU kemudian ditimbun dan dijual kembali secara ilegal," ungkapnya.

Brasto mengatakan, selain jerat pidana, Pertamina telah mengatur sanksi bagi lembaga penyalur yang terbukti menjual BBM bersubsidi dengan tidak tepat sasaran, yaitu berupa skorsing pemberhentian penyaluran Solar subsidi selama 30 hari hingga pemutusan kerjasama.

"Bagi masyarakat maupun konsumen yang membutuhkan informasi dan menyampaikan keluhan seputar produk dan layanan dari Pertamina, dapat memanfaatkan layanan Pertamina Call Center di nomor 135.

"Apabila masyarakat mengetahui ada tindak pidana penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat melapor ke kepolisian terdekat," ujarnya. (*)

Baca juga: Dua Warga Mengadu ke Bawaslu Jepara, Namanya Dicatut Jadi Pengurus Parpol dan Terdaftar di Sipol

Baca juga: Gubernur Ganjar Ajak Mahasiswa Bergabung dalam FKUB Muda

Baca juga: Jelang Liga 3, Persibangga Purbalingga Tunjuk Manjer Baru, Target Tidak Muluk-muluk

Baca juga: Karomani Dinonaktifkan, Kemendikbud Ristek Ambil Alih Kursi Rektor Unila

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved