Judi Online

Ini Penampakan Selebgram Pemalang Tersangka Kasus Judi Online Internasional, Berapa Bayarannya?

Judi online di Pemalang melibatkan seorang selebgram yang kini ditetapkan tersangka.

tribunbanyumas.com/rahdyan
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menanyai selebgram asal Pemalang berinisia RM (baju orangye) yang tersangkut kasus judi online jaringan internasional. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Polda Jateng kembali mengungkap kasus judi online jaringan internasional di Pemalang.

Sebelumnya Polda Jateng mengungkap kasus judi online jaringan internasional di Purbalingga.

Judi online di Pemalang melibatkan seorang selebgram yang kini ditetapkan tersangka.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, selebgram berinisial RM tersebut bertugas mempromosikan bisnis haram di media sosial.

Baca juga: Polisi Tangkap Selebgram Pemalang, Pelaku Judi Online Internasional

Selebgram Pemalang berinisial RM yang tersangkut judi online jaringan internasional dihadirkan di Mapolda Jateng saat konferensi pers, Senin (22/8/2022).
Selebgram Pemalang berinisial RM yang tersangkut judi online jaringan internasional dihadirkan di Mapolda Jateng saat konferensi pers, Senin (22/8/2022). (tribunbanyumas.com/rahdyan)

Menurutnya, modus yang dilakukan tersangka sama dengan judi online berada di Purbalingga dengan pusatnya berada di Bandung.

Saat ditanya Kapolda mengenai peran selebgram RM dalam bisnis judi, dia mengaku hanya mempromosikan dengan membagikan link situs web bisnis judi di akun Instagram-nya.

"Hanya membagikan link.

Tidak tahu yang main berapa," kata RM saat dihadirkan pada konferensi pers di Mapolda Jateng, Senin (22/8/2022).

Baca juga: 13 Saksi Diperiksa KPK untuk Kasus Jual Beli Jabatan Bupati Pemalang, Ada Sopir dan Dosen

RM mengaku baru menerima uang muka sebanyak Rp 7 juta untuk promosi link judi online tersebut.

"Saya dikontak manajer di Bandung, uangnya dari manajer ditransfer ke saya.

Uang itu saya terima dari Riski, manajer saya.

Tugas saya hanya share link saja," terangnya.

Baca juga: Komentar Plh Bupati Mansyur Hidayat Terkait Penggeledahan KPK di Beberapa Kantor di Pemalang

Dia mengaku kapok atas perbuatan yang sudah dilakukannya dan berjanji tidak akan mengulang perbuatan tersebut.

"Saya kapok pak, janji tidak akan mengulangi lagi," tuturnya.

RM dijerat dengan pasal 45 ayat (2) jo pasal 27 ayat (2) UU ITE tentang penyebaran akses informasi perjudian di media elektronik, dan pasal 303 ayat (1) KUHP.

Tersangka terancam  pidana maksimal 10 tahun penjara atau denda maksimal Rp 1 miliar.(**)

Baca juga: KPK Geledah Tiga Kantor terkait OTT Bupati Pemalang, Dua Ruangan yang Disegel Belum Disentuh

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved