Kabar Harga BBM Bersubsidi

Harga Pertalite Dikabarkan Bakal Naik Rp 10 Ribu Per Liter, Ini Kata Pertamina

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting angkat suara terkait kabar harga Pertalite naik. Pihaknya menunggu arahan pemerintah.

Editor: rika irawati
tribunbanyumas/pingky
ILUSTRASI. Antrean kendaraan di pompa BBM jenis Pertalite di Stasiun pengisian BBM atau SPBU Karangpucung Cilacap. Pemerintah dimungkinkan menaikkan harga BBM bersubsidi, Pertalite dan Solar, pekan ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Beredar kabar, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi Pertalite dan Solar bakal naik pekan depan.

Bahkan, harga Pertalite diperkirakan mencapai Rp 10.000 per liter atau naik Rp 2.350 dari harga saat ini, Rp 7.650 per liter.

Sinyal kenaikan harga ini menguat setelah menteri dan wakil presiden mengungkap kondisi keuangan negara yang tekor akibat subsidi BBM, elpiji, dan listrik.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemungkinan bakal mengumumkan soal kenaikan harga BBM ini, pekan ini.

Menanggapi soal informasi kenaikan harga Pertalite, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menjelaskan, pihaknya menunggu arahan pemerintah.

"Kami masih menunggu karena penentuan harga (BBM subsidi) merupakan kewenangan dari regulator. Kewenangannya ada di pemerintah, kalau kami (Pertamina), hanya sebagai operator," kata Irto kepada Kompas.com, Minggu (21/8/2022).

Baca juga: Menteri hingga Wapres Kompak Ungkap Kondisi Keuangan Negara, Sinyal Harga BBM Bersubsidi Bakal Naik?

Baca juga: Menko Luhut Ungkap Kenaikan Harga BBM Diumumkan Presiden Jokowi Minggu Depan

Terpisah, dalam keterangan resmi Pertamina, Sabtu (20/8/2022), Irto menjelaskan, pertumbuhan ekonomi serta kegiatan ekonomi masyarakat saat ini berdampak pada peningkatan kebutuhan energi.

Pihaknya, sejauh ini, terus memastikan agar stok dari Solar dan Pertalite dalam kondisi aman, termasuk proses distribusi yang dilakukan dengan maksimal.

"Rata-rata, konsumsi harian BBM nasional di 2022 ini sudah lebih tinggi dibandingkan konsumsi normal harian sebelum pandemi di tahun 2019."

"Untuk mengantisipasi tingginya permintaan, kami akan pastikan stok dalam kondisi aman dan distribusi ke SPBU akan kami maksimalkan," kata Irto.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved