Penembakan Brigadir J

Kantongi 5 Surat Kuasa, Kamaruddin Siap Polisikan Ferdy Sambo dan Istri hingga Ketua Kompolnas

Kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak, siap melaporkan Ferdy Sambo dan istri, Putri Candrawathi, atas lima kasus berbeda.

Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS/Istimewa
Kolase foto Brigadir J bersama Irjen Ferdy Sambo (kiri), Putri Candrawathi (kanan). Pengacara keluarga Brigadir J berencana melaporkan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi atas laporan palsu terkait dugaan pelecehan seksual yang dituduhkan kepada Brigadir J. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak, siap melaporkan Ferdy Sambo dan istri, Putri Candrawathi, atas lima kasus berbeda.

Terkait hal ini, Kamaruddin telah mengantongi lima surat kuasa dari keluarga Brigadir Yosua.

Ditemui usai bertemu keluarga Brigadir Yosua, Kamis (18/8/2022), Kamaruddin mengatakan, tak hanya Sambo dan Putri yang akan dilaporkan.

Laporan tersebut juga akan menyeret Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto hingga mantan kapolres Jakarta Selatan.

"Tidak hanya Putri, tetapi ada Benny Mamoto, mantan Kapolres Jakarta Selatan, serta orang yang membuat laporan palsu di Polres Jakarta Selatan yang mengatas namakan Ferdy Sambo," kata Kamaruddin.

Baca juga: Dukung Penuntasan Kasus Brigadir J, Masyarakat Banjiri Mabes Polri dengan Ribuan Mawar Merah Putih

Baca juga: Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Berpotensi Jadi Tersangka, Bakal Dilaporkan terkait Laporan Palsu

Kamaruddin menjelaskan, kedatangnyannya ke Jambi untuk mengambil atau meminta tanda tangan surat kuasa.

Lima surat kuasa tersebut adalah kuasa melaporkan Irjen Pol Ferdy Sambo dan istrinya Putri Chandrawati yang membuat laporan palsu terkait tuduhan Brigadir Yosua melakukan pelecehan seksual.

Dimana, dalam laporan itu, kata Kamarudddin, Ferdy Sambo mengatakan Brigadir Yosua menodongkan senjata ke pada Putri Chandrawati.

Namun, dalam perkembangannya, laporan tersebut dihentikan penyidikannya karena tidak ditemukan tindak pidana, yang melanggar pasal 317 318 KUH Pidana juncto pasal 55 56.

Kemudian, surat kuasa kedua untuk melaporkan kasus pencurian.

Dugaan pencurian muncul karena uang Rp 200 juta di rekening Brigadir Yosua berpindah ke rekening satu di antara tersangka kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

Transfer itu terjadi pada tanggal 11 Juli 2022 atau setelah Brigadir Yosua dinyatakan tewas.

Baca juga: Penyidik Bareskrim Polri Ambil Beberapa Koper Barang dari Rumah Ferdy Sambo di Magelang

Baca juga: Ahli Hukum Unsoed: Posisi Istri Ferdy Sambo Ngeri-ngeri Sedap

Dalam kasus ini, Kamaruddin Simanjuntak juga akan melaporkan tindak pidana pencucian uang.

Surat kuasa ke tiga yakni adanya upaya menghalangi penyeledikan atau melakukan upaya Obstruction of justice, yakni melanggar pasal 221 KUH Pidana Junto 223 junto pasal 88 tentang permufakatan jahat.

Surat kuasa berikutnya, menyebar informasi bohong, dalam hal ini, kata Kamaruddin, sejumlah orang yang terlibat dalam kasus ini, melanggar pasal 14 ayat 1 Undang-undang nomor 1 tahun 1946 yang disebut menyebar informasi bohong, dan memfitnah orang mati yaitu pasal 321 KUH Pidana.

"Di mana mereka melaporkan almarhum melakukan pelecahan seksual," kata Kamaruddin Simanjuntak.

Surat kuasa kelima, perbuatan melanggar hukum, akan digugat secara perdata perbuatan melawan hukum. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul Kuasa Hukum Brigadir J Akan Laporkan Hoaks, Pencurian hingga Halangi Penyidikan, Siapa Dilaporkan?.

Baca juga: Tiga Ruang Karaoke di Central Guest House Cilacap Terbakar, Kerugian Mencapai Rp200 Juta

Baca juga: Meskipun Kalah, Persik Mampu Tahan Pemain Kunci PSIS Tidak Masuk Final Third, Termasuk Marukawa

Baca juga: Pencuri Gondol Motor Kades Mulyoharjo Tegal: Saya Kebobolan 5 Kali, Pelaku Belum Ada yang Tertangkap

Baca juga: Ramaikan! Pemkab Banyumas Gelar Karnaval Mobil Hias dan Festival Kentongan, Ini Jadwal dan Rutenya

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved