Berita Banyumas

15 Kecamatan Masuk Zona Merah Pergerakan Tanah, BPBD Banyumas Ingatkan Kemungkinan Terjadi Agustus

BPBD Banyumas meminta warga di 15 kecamatan mewaspadai potensi tanah bergerak yang mungkin terjadi Agustus ini.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/BPBD Banyumas
Peta potensi pergerakan tanah di Kota Satria yang dikeluarkan BPBD Banyumas, Senin (8/8/2022). Ada 15 kecamatan di Banyumas yang masuk zona merah pergerakan tanah, mulai dari intensitas menengah hingga tinggi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas meminta warga di 15 kecamatan mewaspadai potensi tanah bergerak yang mungkin terjadi Agustus ini.

Hasil pemetaan, pergerakan tanah yang mungkin terjadi di 15 kecamatan di Kota Satria tersebut berintensitas menengah hingga tinggi.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Kabupaten Banyumas Budi Nugroho, Senin (8/8/2022).

"Ada 15 kecamatan menjadi titik potensi terjadinya pergerakan tanah, menengah hingga tinggi, di Banyumas."

"Jika ada yang potensinya tinggi, pasti ada yang menengah di sekitarnya," jelas Budi.

Baca juga: Amblesnya Makin Dalam Saat Banjir, Terdeteksi Tahun Lalu, Pergerakan Tanah di Karanglewas Banyumas

Baca juga: Negatif Covid, 357 Jemaah Haji Kloter 29 Banyumas Bisa Langsung Pulang ke Rumah

Budi mengungkapkan, 15 kecamatan tersebut adalah Kecamatan Gumelar, Pancasan, Lumbir, Cilongok, Kedungbanteng, Baturraden, dan Sumbang.

Kemudian, Kebasen, Kemranjen, Somagede, Sumpiuh, Tambak, Purwojati, Ajibarang, dan Kecamatan Wangon.

Menurut Budi, beberapa faktor pemicu pergerakan tanah di suatu wilayah di antaranya tata guna lahan yang semakin terbuka, kemiringan lereng, jenis tanah atau batuan, dan cuaca.

Saat ini, di Banyumas, sudah memasuki musim kemarau.

Baca juga: Kasus Babinsa di Karanglewas Rampas Uang Rp 64 Juta, Dandim Banyumas: Secara Kedinasan, Dia Baik

Baca juga: Hattrick Medali Emas! Atlet Banyumas Sapto Yogo Juarai Nomor 400 Meter, Kini Bidik Estafet Universal

Namun demikian, beberapa waktu lalu, sempat pula terjadi hujan ringan.

Budi menerangkan, tidak dapat dimungkiri, gerakan tanah itu dapat terjadi kapan saja dan dipicu hujan.

"Kalau di zona merah, termasuk struktur dan jenis tanah bisa dipicu hujan juga. Apalagi dengan kemiringan tertentu, karena bisa seketika ada hujan juga," katanya.

Untuk itu, melalui peringatan dini tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat di zona merah pergereakan tanah, waspada.

"Kalau curah hujan tinggi, diharapkan waspada. Kalau perlu, menghindari risiko," ungkapnya. (*)

Baca juga: Tinggal 3 Hari! 1000 Tiket Konser Dream Theather di Solo Tersedia On The Spot, Segini Harganya

Baca juga: Potong Rambut Gimbal Digelar di Hari Kedua, Ini Rangkai Dieng Culture Festival 2022 Banjarnegara

Baca juga: Ada Luka Sayatan Leher. Polisi Masih Selediki Kasus ART Tewas Bersimbah Darah di Tegalreja Cilacap

Baca juga: Viral! Bayi 9 Bulan Meninggal Diajak Naik Motor dari Tegal ke Surabaya, Begini Penjelasan Dokter

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved