Berita Demak

80 Pasien RS Pelita Anugerah Mranggen Demak Dievakuasi, Terdampak Kebakaran Pabrik Pupuk Saprotan

Sebanyak 80 pasien Rumah Sakit Pelita Anugerah Mranggen, Demak, dievakuasi setelah pabrik pupuk CV Saprotan Utama di dekat rumah sakit terbakar.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/REZANDA AKBAR
Asap berasal dari sisa kebakaran pabrik pupuk CV Sapotran Utama menyelimuti arena Rumah Sakit Pelita Anugrah Mranggen, Demak, Jumat (22/7/2022). Kondisi ini membuat rumah sakit menutup sementara layanan operasional dan mengevakuasi 80 pasien rumah sakit. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Sebanyak 80 pasien Rumah Sakit Pelita Anugerah Mranggen, Demak, dievakuasi setelah pabrik pupuk CV Saprotan Utama di dekat rumah sakit terbakar, Kamis (21/7/2022) malam.

Asap sisa pendinginan yang masih tebal hingga Jumat (22/7/2022) pagi juga memaksa pengelola rumah sakit menutup sementara operasional layanan.

Dikutip dari Kompas TV, Jumat pagi, Humas RS Pelita Anugerah Mranggen Karno mengatakan, pasien dievakuasi sejak Kamis malam, sesaat setelah kebakaran terjadi.

"Ada 80 pasien yang dievakuasi, terdiri dari 74 pasien dewasa dan enam pasien anak," ungkap Karno, Jumat.

Baca juga: Dua Pusaka Sunan Kalijaga di Demak Dimandikan, Warga Berebut Cium Tangan Penjamas

Baca juga: Cek Tol Semarang-Demak, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Ingatkan Kontraktor Soal Konstruksi

Menurut Karno, puluhan pasien ini dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Di antaranya ke RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, RSUD Tugurejo Jateng di Kota Semarang, RSUD Sultan Fatah Demak, dan RS Sultan Agung.

Sementara, Jumat pagi, asap sisa proses pendinginan pabrik, juga masuk ke gedung rumah sakit. Asap ini tak hanya memiliki bau tak enak tetapi juga membuat mata pedih.

Ini yang membuat pengelola rumah sakit memutuskan menutup sementara jam operasional.

"Banyak asap masuk gedung, ini bahaya, bikin sesak dan mata sakit karena ini bahan kimia," ujar Karno.

Karno mengungkapkan, asap dari sisa kebakaran pabrik pupuk ini memenuhi seluruh gedung rawat inap dan rawat jalan.

Meski begitu, para tenaga kesehatan (nakes) dan petugas rumah sakit tetap masuk dan beraktivitas.

Mereka melakukan beres-beres berkas serta mempersiapkan apabila jam operasional kembali dibuka.

Namun, Karno memastikan, layanan kegawatdaruratan tak ditutup. Pihaknya masih membuka pelayanan untuk pasien yang benar-benar mengalami masalah darurat atau emergency.

Baca juga: Proyek Tol Semarang-Demak Capai 85 Persen, Uji Coba Direncanakan November 2022

Baca juga: Geruduk Balai Desa, Warga Wilalung Demak Tolak Seleksi Perades Digelar sebelum Pilkades

Selain mengganggu aktivitas warga sekitar pabrik, Jumat pagi, asap diduga sisa kebakaran pabrik pupuk CV Saprotan Utama Mranggen juga menyelimuti jalanan di Demak, bahkan hinga Kota Semarang.

Kondisi ini membuat pengguna jalan mengeluhkan mata pedih dan bau asap yang membuat sesak napas.

Kebakaran pabrik pupuk CV Saprotan Utama Mranggen terjadi pada Kamis mulai sekitar 17.30 WIB.

Seorang petugas di CV Saprotan Utama, Bambang, menerangkan, hingga Jumat pagi, petugas pemadam kebakaran masih menemukan sedikit bara api.

"Saat ini masih dilakukan pendinginan, juga menunggu dari petugas pemadamnya. Didalam masih ada sedikit bara api," ucap bambang, Jumat.

"Kalau asapnya itu asap pestisida sepertinya," sambungnya. (*)

Baca juga: Viral, Oknum Satpol PP Terekam Kamera Tendang Badut Pengamen saat Penertiban

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Jumat 22 Juli 2022: Rp 990.000 Per Gram

Baca juga: 46 KK di Desa Perbatasan Jateng-Jabar di Cilacap Terima Bantuan Jambanisasi Pemprov Jateng

Baca juga: Ombudsman Jateng Segera Tindaklanjuti Laporan Sekolah Jual Seragam: Ada Pelapor yang Diintimidasi

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved