Berita Batang

Tak Perlu Bawa Uang Tunai, Berbelanja di Pasar Tradisional Batang Kini Bisa Bayar Pakai QRIS

Berbelanja di tujuh pasar tradisional di Kabupaten Batang, kini bisa nontunai. Ada 7.412 pedagang yang kini melayani pembayaran digital sistem QRIS.

Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
ILUSTRASI. Pedagang Pasar Manis Purwokerto memajang barcode transaksi nontunai sebagai upaya digitalisasi transaksi pasar rakyat, Rabu (16/9/2020). Kini, pembayaran nontunai menggunakan QRIS juga dilayani ribuan pedagang di tujuh pasar tradisional di Kabupaten Batang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Berbelanja di tujuh pasar tradisional di Kabupaten Batang, kini tak harus menggunakan uang tunai. Ada 7.412 pedagang di tujuh pasar tersebut yang kini melayani pembayaran digital sistem Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

Lima pasar tersebut adalah Pasar Subah, Limpung, Tersono, Bandar, dan Batang.

Ada juga Pasar Blado dan satu pasar malam kuliner.

Layanan baru ini diluncurkan secara serentak lewat Pasar Siap QRIS di Pasar Subah, Rabu (20/7/2022).

"7.412 pedagang yang sudah menggunakan QRIS itu, lima pasar milik Kabupaten Batang, dua pasar desa, pedaganag kuliner malam, dan di kios- kios," ungkap Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki dalam sambutannya.

Baca juga: Pembunuh Mayat dalam Karung di Batang Terungkap, Tetangga yang Emosi saat Tegur Korban

Baca juga: Pura-pura Alami Motor Mogok, Dua Pemuda di Batang Begal Warga. Ancam Korban Pakai Pistol Mainan

Menurut Dwi, pembayaran digital melalui QRIS sangatlah mudah. Hanya saja, butuh pemahaman dan edukasi masyarakat melalui sosialisasi berkelanjutan.

"Disperindagkop Batang sudah secara intens melakukan sosialisasi QRIS karena kami, targetnya, semua pedagang beralih ke transaksi pembayaran nontunai," ungkapnya.

Dwi pun berharap mendapat dukungan dari kantor Bank Indonesia Tegal dan Bank BRI agar target ini tercapai.

"Semua bidang usaha kami upayakan dalam transaksi pembayaran melalui QRIS. Ini tentunya butuh support Bank Indonesia dan perbankkan, semisal BRI, yang saat ini memfasilitasi peluncuran QRIS di pasar Subah," ungkapnya.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tegal Muhamad Taufik Amrozy mengataka, sistem transaksi pembayaran QRIS dikembangkan Bank Indonesia tahun 2020.

"BI sudah melakukan banyak hal, tidak hanya di transaksi ritel QRIS ini tetapi juga menyiapkan prasarana pendukung lain."

"Misalnya, BI fast, transaksinya sudah 24 jam setiap hari tanpa libur. Sehingga, mau transaksi tengah malam pun sudah bisa, yang dulu nggak biasa dilakukan," jelas Taufik.

Baca juga: Alhamdulillah, 5 dari 9 Nama Calon Siswa Baru SMAN 1 Batang Kembali Setelah Hilang dari Jurnal PPDB

Baca juga: Ssssttt! Lee Minho Nikahi Gadis Batang Jawa Tengah. Beri Mahar Apartemen hingga Berlian 15 Gram

Taufik menambahkan, di wilayah Karsidenan Pekalongan, kantor BI Tegal telah mengakuisisi 215 ribu merchant.

Sementara, berdasarkan data dari Disperindagkop Batang, hingga 19 Juli 2022, ada 7.124 pedagang yang telah bekerja sama menerima pembayaran sistem QRIS.

Adapun akuisis QRIS di tahun 2021, sebanyak 3.908 merchant.

Dengan rincian, Pasar Subah 512 pedagang, Pasar Limpung 630 pedagang, Pasar Bandar 311 pedagang, Pasar Tersono 202 pedagang, Pasar Blado 21 pedagang, pedagang pasar malam 865 orang, Pasar Batang 620 pedagang.

Kemudian, akuisisi pada 16 juli 2022 dari seluruh unit sebanyak 343 merchant. (*)

Baca juga: Popda Jateng Usai, Diharapkan Telurkan Bibit Atlet Potensial

Baca juga: Ganjar Kunjungi Pameran Apkasi Otonomi Expo 2022 di JCC

Baca juga: Ganjar Terima Penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2021, Jateng Peringkat Pertama

Baca juga: Harga Emas Antam Pegadaian Hari Ini, Kamis 21 Juli 2022: Rp 998.000 Per Gram

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved