Berita Jateng

Ombudsman Jateng Segera Tindaklanjuti Laporan Sekolah Jual Seragam: Ada Pelapor yang Diintimidasi

Tim Ombudsman Jawa Tengah menerima empat laporan adanya sekolah menjual seragam kepada siswa.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
ILUSTRASI. Pemilik Toko Ika Jaya, Miftahul Huda (30), menunjukkan stok seragam sekolah di tokonya di Blok A Nomor 60, Pasar Kliwon Kudus, Senin (30/8/2021). Ombudsman Jawa Tengah menerima empat laporan ada sekolah yang bandel menjual seragam ke siswa. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Tim Ombudsman Jawa Tengah menerima empat laporan adanya sekolah menjual seragam kepada siswa.

Tim Ombudsman pun segera menindaklanjuti laporan ini. Apalagi, ada pelapor yang mulai mendapat intimidasi atas pelaporan yang dibuat.

Kepala Ombudsman Jawa Tengah Siti Farida mengatakan, data empat laporan itu merupakan terbaru yang diterima Kamis (21/7/2022).

"Sudah ada empat laporan kepada kami," jelasnya dikutip dari Kompas.com, Kamis.

Baca juga: Ombudsman Jateng Terima Laporan, Ada Sekolah Milik Pemerintah Jual Seragam ke Siswa

Baca juga: Ombudsman ke DPRD: Persoalan PPDB dan Ijazah Ditahan Sekolah Masih Jadi PR di Jateng

Padahal, pengadaan seragam sekolah yang dilakukan oleh lembaga pendidikan sudah dilarang melalui PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan dan Kebudayaan.

"Kalau ada warga yang menemukan sekolah menjual seragam, silakan melapor," harapnya.

Meski demikian, dia belum bisa menyebutkan sekolah mana saja yang melakukan pengadaan seragam sekolah untuk para siswa.

"Di salah satu daerah sudah ada pelapor yang mengalami intimidasi," ujarnya.

Menurut Siti, jika dia menyebutkan nama sekolah, pihaknya khawatir, identitas pelapor bakal dilacak orang yang merasa dirugikan dari laporan tersebut.

"Kalau kami sebutkan daerahnya, pelapor bisa ditelusuri oleh pihak yang kurang bertanggung jawab," ungkapnya.

Baca juga: Rotasi Kapolres Purworejo, Blora, Kendal, Karo SDM, dan Dirreskrimsus Polda Jateng, Ini Nama-namanya

Baca juga: Popda Jateng Usai, Diharapkan Telurkan Bibit Atlet Potensial

Dia menjelaskan, pelapor sudah diteror oleh orang tak dikenal melalui telepon untuk diajak bertemu dan menyelesaikan masalah tersebut.

"Pelapor sudah ada yang mengajak bertemu oleh orang tak dikenal," imbuh Siti.

Untuk itu, dia meminta, satuan pendidikan dan dinas terkait melakukan pengawasan secara optimal sesuai peraturan yang sudah berjalan.

"Yang utama adalah menekankan kepada semua satuan pendidikan dan dinas terkait untuk berpedoman pada aturan yang sudah ditetapkan," paparnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ombudsman Terima 4 Laporan Sekolah di Jateng yang Nekat Menjual Seragam, Pelapor Sampai Diteror".

Baca juga: Serunya MPLS di SMP Qita Banyumas. Siswa Diajak Bikin Pupuk Organik Cair

Baca juga: Tak Perlu Antre, Pasien RSUD dr Soeselo Slawi Tegal Bisa Nikmati Layanan Pengantaran Obat ke Rumah

Baca juga: Jembatan Utama Ambrol, Warga Jetak Cilacap Terpaksa Lewati Jembatan Bambu 22 Meter

Baca juga: Jadi Saksi, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Diperiksa KPK Terkait Aliran Uang Kasus TPPU Budhi Sarwono

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved