Berita Bisnis

Kabar Baik bagi Seniman, Hasil Foto dan Lagu Kini Bisa Jadi Jaminan Utang Bank. Ini Syaratnya

Kabar baik bagi para pelaku ekonomi kreatif dalam mencari pembiayaan. Kini, mereka dapat menjaminkan foto, lukisan, maupun lagu ciptaan mereka.

Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
ILUSTRASI. Pengunjung sedang melihat lukisan perempuan membawa ikan di kedua tangannya, Minggu (29/8/2021). Lukisan itu berjudul Peran Ganda Perempuan. Kini, hasil kesenian produk ekonomi kreatif, semisal foto, lagu dan lukisan, dapat digunakan sebagai jaminan utang di bank. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kabar baik bagi para pelaku ekonomi kreatif dalam mencari pembiayaan. Kini, mereka dapat menggunakan lukisan maupun lagu ciptaan mereka sebagai jaminan.

Hal ini dimungkinkan setelah pemerintah menerbitkan peraturan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Ekonomi Kreatif.

Peraturan Pemerintah (PP) tersebut diteken Presiden Joko Widodo pada 12 Juli 2022.

Dengan munculnya aturan tersebut, setelah satu tahun diundangkan, maka nantinya, segala macam hak cipta karya intelektual semisal film, lagu, lukisan, dan industri kreatif lain, bisa dijaminkan ke bank sebagai bagian proses utang.

Dikutip dari salinan pasal 4 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2022 tentang Ekonomi Kreatif, pemerintah memfasilitasi jaminan utang berbasis kekayaan intelektual melalui lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non bank bagi pelaku ekonomi kreatif.

Baca juga: Tawaran Netflix ke Ganjar: Bangitkan Sektor Ekonomi Kreatif dan Budaya Lokal lewat Film

Baca juga: Pengentasan Kemiskinan di Jateng, Pemerintah Gandeng Komite Ekonomi Kreatif, Seperti Apa?

Ada 17 subsektor ekonomi kreatif yang bisa dijadikan jaminan utang ke bank.

Dikutip dari situs resmi Kemenparekraf, sebanyak 17 sektor tersebut adalah yakni pengembang permainan, arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, dan fesyen. Ada juga kuliner, film animasi dan video, fotografi, desain komunikasi visual, televisi dan radio, kriya periklanan, seni pertunjukan, penerbitan, dan aplikasi.

Untuk memperoleh pembiayaan, para pelaku ekonomi kreatif harus memenuhi beberapa syarat.

Di antaranya, karya telah tercatat atau terdaftar di kementerian hukum dan HAM.

Kemudian, karya tersebut juga sudah dikelola baik secara mandiri dan/atau dialihkan haknya kepada orang lain.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved