Berita Brebes

Petani Bawang Merah Wanasari Brebes Terpaksa Panen Dini, Sawah Sekitar 60 Hektare Terendam Banjir

Petani bawang merah di Kecamatan Wanasari, Brebes, merugi hingga miliaran rupiah. Sawah mereka yang hampir panen terendam banjir.

Editor: rika irawati
Istimewa
ILUSTRASI. Seorang petani di Wanasari Brebes menunjukan tanaman bawang merahnya yang terendam banjir, Rabu (1/1/2020). Banjir merendam sawah bawang merah kembali terjadi di Kecamatan Wanasari, Brebes, Sabtu (16/7/2022). Kejadian ini membuat petani merugi hingga miliaran rupiah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Petani bawang merah di Kecamatan Wanasari, Brebes, merugi hingga miliaran rupiah.

Mereka terpaksa memanen dini setelah lahan bawang merah mereka terendam banjir, Sabtu (16/7/2022).

Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) mengungkapkan, banjir diperkirakan merendam 60 hektare sawah bawang merah di Wanasari.

"Satu hektar lahan siap panen milik petani merugi sampai Rp 130 juta. Kalau 60 hektar, jelas hingga miliaran rupiah," kata Ketua ABMI Juwari kepada wartawan, Minggu (17/7/2022).

Baca juga: Sejumlah Persoalan Brebes Wilayah Selatan Tak Kunjung Selesai, Dokter Ali Tagih Pemekaran

Baca juga: Beralasan Istri Sudah Terlelap, Ayah di Brebes Tega Cabuli Anak Kandung hingga Hamil 2 Bulan

Juwari mengatakan, panen dini dilakukan karena petani tidak ingin mengalami kerugian yang lebih besar.

Apalagi, saat ini, ongkos produksi meningkat lantaran harga pupuk yang naik dan sangat mahal.

"Meski rata-rata usia tanaman bawang merah baru mencapai 45 hari, terpaksa dipanen. Idealnya, untuk dipanen, biasanya berumur 60 hari," kata Juwari.

"Kami terpaksa panen karena untuk menyelamatkan hasil bawang merahnya meskipun hasilnya kurang maksimal. Jika dibiarkan terendam sampai dua hari, bawang akan busuk," sebut Juwari.

Diungkapkan Juwari, faktor cuaca yang tidak menentu membuat petani serba bingung untuk menanam. Apalagi biasanya di bulan Juli sebelum-sebelumnya tidak turun hujan, akan tetapi saat ini kerap hujan dengan intensitas yang tinggi.

"Memang, ini perubahan anomali cuaca di tahun ini sangat membingungkan petani. Dulu kita liat hujan selalu turun di akhir dan awal tahun. Namun, kali ini, tidak bisa diprediksi," katanya.

"Sebulan belakangan, dampak banjir yang merendam lahan pertanian bawang merah khusunya, kali ini paling besar dan paling parah merendamkan lahan persawahan," sambungnya.

Baca juga: Sadar Segera Tertabrak Kereta, Pengendara Kabur Tinggalkan Motor di Perlintasan di Pebatan Brebes

Baca juga: Miris! Balita di Brebes Diperkosa Tetangga. Pelaku Masih Remaja, Suka Nonton Film Porno

Penyebab banjir yang merendam lahan sawah di sejumlah desa di Kecamatan Wanasari yakni karena saluran sungai Layapan yang menyempit di bawah jalan Tol Pejagan Pemalang di ruas jalan Desa Sidamulya.

Kondisi ini diperparah dengan pendangkalan sungai Layapan sehingga aliran air sungai tak lancar.

"Kami harap, pemerintah segera normalisasi sungai Layapan terutama di sisi utara jalan tol karena mengalami pendangkalan yang parah. Sebenarnya sudah berulang kali kami usulkan ke pemerintah, tapi sampai saat ini masih belum ada respons," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Puluhan Hektar Sawah Bawang Merah di Brebes Terendam Banjir, Petani Rugi Miliaran Rupiah".

Baca juga: Curiga Lihat Orang Lompat Pagar, Satpam Bekuk Terduga Pembobol Rumah Mewah di Kota Semarang

Baca juga: Capaian Vaksinasi Booster Kendal Baru 21 Persen, Dinkes: Susah Menggerakkan Masyarakat

Baca juga: Berbagi Angka 1-1 saat Bertemu Persipa Pati, Pelatih PSIS Semarang Tetap Puas. Kok Bisa?

Baca juga: Peringati Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia Purbalingga, Bupati Tiwi Minta Bidan Jaga Kekompakan

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved