Berita Kesehatan

Segera Dapatkan Booster! Pemerintah Berencana Syaratkan Vaksinasi Dosis Tiga untuk Masuk Mal

Pemerintah berencana mensyaratkan vaksinasi booster untuk masuk mal dan melakukan perjalanan. Langkah ini diambil untuk menggenjot capaian booster.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/BUDI SUSANTO
ILUSTRASI. Pengunjung Mal Ciputra Semarang menunjukkan bukti vaksinasi Covid-19 sebelum masuk mal, Kamis (12/8/2021). Pemerintah bakal mensyaratkan vaksin booster untuk masuk mal dan melakukan perjalanan. 

Selain vaksin booster sebagai syarat perjalanan dan masuk tempat keramaian, Jokowi juga mengingatkan untuk memperketat penggunaan aplikasi PeduliLindungi di sejumlah tempat.

Hal tersebut lantaran penggunaan aplikasi ini, di beberapa tempat, terpantau kendor dibanding sebelumnya.

"Kita lihat di beberapa mal tidak seketat sebelumnya. Jadi, saya memonitor di beberapa mal dan beberapa kegiatan, itu barcode-nya ada tapi banyak pengunjung yang masuk tanpa scan," ujar Airlangga.

Baca juga: Kasus Covid Meningkat, Presiden Jokowi Minta Acara Musik dan Olahraga Wajib Vaksinasi Booster

Baca juga: Alhamdulillah, Pasokan Vaksinasi Booster Purbalingga Bakal Lancar setelah Bupati Datangi Kemenkes

Ia melanjutkan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi wajib bagi sejumlah tempat ramai yang berpotensi menjadi kluster penularan Covid-9.

Terutama, di pusat perbelanjaan seperti mal, tempat makan atau restoran, sekolah, dan bioskop.

Vaksinasi Booster Masih Rendah

Dilansir dari laman Kemenkes, data vaksinasi Covid-19 nasional per 4 Juli 2022 pukul 12.00 WIB menunjukkan, sebanyak 96,79 persen sasaran vaksinasi sudah mendapat vaksin dosis pertama.

Jumlah tersebut sebanyak 201.589.600 dosis dari total 208.265.720 sasaran vaksinasi Covid-19.

Sementara itu, vaksinasi dosis kedua nasional tercatat mencapai 81,23 persen dengan total 169.168.497 dosis.

Meski demikian, pencapaian vaksinasi dosis ketiga atau booster masih terpantau rendah, yakni sebanyak 24,54 persen dari target nasional atau sekitar 51.112.102 dosis.

Terkait rendahnya capaian vaksinasi booster, Budi mengatakan bahwa hal ini tak hanya terjadi di Indonesia.

Kemungkinan, pencapaian vaksinasi booster yang rendah disebabkan masyarakat yang merasa cukup kuat hanya dengan dua dosis vaksin Covid-19.

"Perlu kita ketauhui bahwa data scientific-nya menunjukkan bahwa sesudah 6 bulan terjadi penurunan (antibodi)," terang Budi.

Oleh karenanya, ia mengimbau masyarakat, terutama yang terhitung sudah 6 bulan sejak suntikan dosis kedua, untuk melakukan vaksinasi booster.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved