Berita Jepara

Ketemu MUI dan Polres, Khilafatul Muslimin Jepara Sepakat Menghentikan Kegiatan

Aktivitas kelompok Khilafatul Muslimin di Kabupaten Jepara resmi dihentikan. Keputusan ini diambil dari hasil kesepakatan, Senin malam.

ISTIMEWA/Dok Polres Jepara
Perwakilan Khilafatul Muslimin Ummul Quro Jepara menandatangani kesepakatan dengan MUI Kabupaten Jepara di Mapolres Jepara, Senin (13/6/2022). Dalam kesepakatan itu disepakati penghentian aktivitas Khilafatul Muslimin di Kabupaten Jepara. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Aktivitas kelompok Khilafatul Muslimin di Kabupaten Jepara resmi dihentikan.

Penghentian ini tertuang dalam kesepakatan bersama antara perwakilan Murtadho, perwakilan Khilafatul Muslimin Ummul Quro Jepara, dan Mashudi, selaku ketua Majelis Ulama Kabupaten Jepara.

"Kesepakatan bersama, itu dilaksanakan tadi malam (Senin, malam) di Mapolres Jepara," kata Mashudi, Selasa (14/6/2022).

Dia mengatakan, ada empat poin yang tertuang dalam kesepakatan tersebut.

Pertama, penghentian bentuk kegiatan yang merujuk pada penyebaran Khilafatul Muslimin di Kabupaten Jepara, baik dalam bentuk motor syiar maupun kegiatan lainnya.

Kedua, penghentian segala bentuk ke-Amiran atau ke-Mas'ulan di seluruh wilayah Kabupaten Jepara.

Baca juga: Ganjar Apresiasi Polri Gerak Cepat Menindak Petinggi Khilafatul Muslimin di Jateng

Baca juga: Tersebar di Indonesia, Khilafatul Muslimin Punya 30 Sekolah untuk Sebarkan Paham Khilafah

Baca juga: Gawat! Kasus PMK di Jepara Tembus 575 Ekor Ternak, Stok Obat Menipis

Baca juga: Diduga Karena Korsleting Listrik Las, Gudang Penyimpanan Genset di Kauman Jepara Terbakar

Ketiga, pengajian atau taklim di Desa Kuanyar atau di tempat lain di Kabupaten Jepara, yang dilakukan warga Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong, masih diperbolehkan dengan di bawah pengawasan serta pendampingan MUI Jepara.

Keempat, kesepakatan tersebut berlaku sejak tanggal disepakati dengan tanpa batasan waktu berakhir.

Kesepakatan itu ditandatangi pihak pertama, Murtadho, di atas materai Rp 10 ribu, dan pihak kedua, Ketua MUI Kabupaten Jepara, Mashudi.

Juga, disaksikan Habib Syarif Al Hamid, Gus M Abdullah Badri, dan Danang Ermansah.

"Intinya, seluruh aktivitas Khilafatul Muslimin di Jepara dihentikan," kata Mashudi menambahkan.

Pertemuan berbagai pihak ini dilakukan setelah Kepolisian Resor Jepara menemukan keterlibatan seorang warga Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong, dengan Khilafatul Muslimin.

Proses penyelidikan itu untuk mengetahui apakaha ada unsur pidana yang dilakukan oleh salah seorang waega Jepara yang terafilisasi kelompok yang berpusat di Lampung itu.

"Saat ini telah dilakukan penyelidikan terhadap pria berinisiap MA (63)," kata Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Fachrur Rozi, Senin (13/6/2022).

Baca juga: Kasus PMK di Kota Semarang Merebak, Puskeswan Mijen Malah Ditutup. Ini Alasannya

Baca juga: Bawa Miras, Oknum Suporter PSIS Semarang Gagal Masuk Stadion Manahan Solo Dukung Tim Kesayangan

Baca juga: Banyak Warga Tak Lagi Pakai Masker, Epidemiolog Unsoed Purwokerto Ingatkan Ancaman Lonjakan Covid

Baca juga: Dua Perempuan Warga Giritirto Kebumen Hanyut saat Menyeberangi Sungai, Satu Orang Masih Hilang

Setelah dilakukan pemeriksaan, kata dia, pihaknya akan mengembangkan hasil penyelidikan tersebut.

MA disebut sebagai sesepuh Khilafatul Muslimin di Jepara.

Bahkan, pria yang berprofesi sebagai guru MI itu mengaku pernah menjabat Amiir Ummul Quro pada 2017.

Sejak itu, di depan rumahnya, di Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong, terpasang plang papan nama Khilafatul Muslim Ummul Qura Jepara.

Pada Kamis (9/6/2022) sore lalu, plang tersebut telah dicopot oleh jajaran Polsek Mayong dan sejumlah personel TNI. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved