Berita Purbalingga

Selamat! Purbalingga Dinobatkan sebagai Kabupaten Steril dari Penyakit Frambusia

Pemkab Purbalingga mendapat penghargaan dari Kementrian Kesehatan RI atas prestasinya dalam menghilangkan frambusia.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Pemkab Purbalingga
Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Jusi Febrianto menerima penghargaan dari Kementrian Kesehatan RI atas prestasi Pemkab Purbalingga menghilangkan frambusia, di Mandalika, Rabu (1/6/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga mendapat penghargaan dari Kementrian Kesehatan RI atas prestasinya dalam menghilangkan frambusia.

Frambusia adalah suatu infeksi bakteri jangka panjang (kronis) yang paling sering mengenai kulit, tulang, dan sendi.

Penghargaan diterima Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Jusi Febrianto di Mandalika, Rabu (1/6/2022).

Kabar ini disampaikan Koordinator Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Purbalingga Aji Sumbodo, dalam rilis yang diterima, Kamis (2/6/2022).

Baca juga: Pencarian Dua Pemancing Hanyut di Sungai Kacangan Purbalingga Dilanjutkan, Libatkan 56 Personel SAR

Baca juga: Angka Kemiskinan Purbalingga Capai 16,24 Persen, Ini Instruksi Bupati Tiwi Kepada TKPK

Baca juga: Sering Terima Laporan Kualitas Bantuan Pangan Non-Tunai Jelek di Purbalingga, Bupati Lakukan Ini!

Baca juga: Dapat Kucuran Dana Alokasi Khusus, 23 Desa di Purbalingga Segera Punya Sumber Air Minum dan Sanitasi

Aji mengatakan, Pemkab Purbalingga berkomitmen untuk zero kasus frambusia.

Komitmen tersebut ditunjukkan saat tim penilai dari Kementrian Kesehatan melakukan penilaian pada bulan November 2021 lalu.

"Pemkab Purbalingga, pada 31 Mei 2022 lalu, mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI untuk penanganan frambusia."

"Pemkab telah berkomitmen dan terbukti bisa menghilangkan frambusia di Kabupaten Purbalingga," katanya.

Menurutnya, Dinkes Purbalingga selalu berkoordinasi dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah frambusia.

Petugas juga melakukan screening secara berkala.

Koordinasi dengan rumah sakit, baik negeri maupun swasta, juga organisasi profesi, semisal IDI.

"Dari 58 orang yang kami lakukan screening, tidak ada yang kami temukan reaktif."

"Sehingga, kami bisa membuktikan bahwa Purbalingga sudah bebas dari frambusia," ujarnya.

Baca juga: Tak Putus Asa! Nardi, Difabel Banyumas, Kreatif Bikin Wayang Karton. Terjual hingga Luar Jawa

Baca juga: Bejat! Ayah di Cilacap Tega Cabuli Anak Kandung hingga Hamil. Sempat Tepergok Istri, Langsung Ancam

Baca juga: Subsidi Dicabut, Harga Minyak Goreng Curah di Kota Semarang Tembus Rp 19.000 Per Kilogram

Baca juga: Termakan Hoaks Tanggul Tanjung Emas Semarang Jebol Lagi, Ribuan Karyawan Berlarian Keluar Pabrik

Aji menyampaikan apresiasi dan terima kasih, khususnya kepada kader kesehatan yang ada di desa, yang menjadi mitra.

Menurutnya, merelah yang memantau dinamika kesehatan warga di lapangan.

Aji juga berpesan kepada para kader untuk melaporkan dan berkoordinasi kepada pihak terkait jika menemukan kasus atau gejala frambusia di wilayah pantuan mereka.

"Laporkan segera apabila menemukan gejala seperti ruam yang membentuk kerak coklat, nyeri tulang sendi, benjolan atau kutil, dan gejala sejenisnya," kata dia. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved