Berita Boyolali
Prasasti Diduga Berumur 1.121 Tahun Ditemukan di Boyolali, Memuat Empat Baris Tulisan Aksa Jawa Kuno
Sebuah Prasasti Sarungga ditemukan di ladang warga di Dukuh Wonosegoro, Desa/ Kecamatan Cepogo, Boyolali.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BOYOLALI - Sebuah Prasasti Sarungga ditemukan di ladang warga di Dukuh Wonosegoro, Desa/ Kecamatan Cepogo, Boyolali.
Prasasti bertuliskan aksara Jawa Kuno itu diduga berusia 1.121 tahun.
Ketua Boyolali Heritage Society (BHS) Kusworo Rahadian mengungkapkan, prasasti ini sebenarnya telah ditemukan beberapa tahun silam.
Namun, tak banyak yang mengetahui karena lokasi temuan sangat terpencil.
Lokasinya di tengah-tengah ladang perbukitan Gunung Merabu juga membutuhkan perjuangan untuk mencapainya.
Bahkan, tak ada jalan yang bisa dilalui kendaraan untuk bisa melihat langsung prasasti ini.
Harus jalan kaki dengan medan naik turun.
Baca juga: Adu Banteng Truk Kontainer dan Truk Boks di Timur SPBU Teras Boyolali, Bapak Anak Tewas
Baca juga: Ganjar Pantau Pembagian BLT Minyak Goreng di Mojosongo Boyolali: Jangan Buat Beli Pulsa!
Baca juga: Perusahaan Rumahan Lilin Arometerapi dari Boyolali Juara Hetero for Startup Provinsi Jateng
Baca juga: Pulang Layani Vaksinasi Warga di Lereng Merbabu, Tim Vaksinator Polres Boyolali Diadang Longsor
Prasasti ini ditemukan di ladang tak jauh dari sungai yang di dominasi batu-batu berukuran raksasa itu.
Menurut Kusworo, BHS telah meneliti prasasti ini dengan menggandeng mahasiswa arkeologi UGM.
"Hasil penelitian tersebut diketahui bahwa ditulis menggunakan aksara Jawa Kuno,"
"Ada empat baris tulisan, sayangnya bait terakhir sudah tidak bisa dibaca," ungkapnya.
Prasasti tersebut bertuliskan, swa sti śa ka wa rṣā tī ta 8 2 3 jye ṣṭa ma sa pa ñca mi śu kla ha wa so kā la ni ki pa ta pā n ri śa rū ṅga nā mā...
Yang diterjemahkan "Selamat tahun Śaka yang telah lalu 823 pada bulan Jyesta tanggal 5 bagian bulan terang. Haryang (hari bersiklus 6), Wagai (hari bersiklus lima), Soma (hari bersiklus tujuh atau Senin), pada saat ini (terdapat) pertapaan di Śarūṅga (yang) hendaklah dinamai ...".
"Berdasarkan penelitan tersebut juga telah dilakukan konversi penanggalan dari Saka ke Masehi. Sesuai penulisan tersebut disebut pada tanggal 25 bulan Mei tahun 901 masehi. Jika ditarik ke tahun sekarang, sudah 1.121 tahun silam,"
"Berarti, menunjukan, masyarakat lereng timur Merapi-Merbabu Boyolali sudah memiliki peradaban yang luhur, yang sudah mengenal budaya menulis," jelasnya.
Baca juga: Berita Terbaru Kasus Pembunuhan Warga Muryolobo Jepara Sepulang Nontong Dangdut, 2 Pelaku Ditangkap!
Baca juga: Atap Kelas Ambrol, Siswa SD Negeri 2 Ambalresmi Kebumen Terpaksa Belajar di Musala
Baca juga: Pemburu Babi Salah Tembak Petani di Banjarnegara Ditangkap, Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara
Baca juga: Wali Kota Semarang Geram Minta Tiga Siswi SMP Pelaku Pengeroyokan Dikeluarkan dari Sekolah