Berita jateng

Cerita Ganjar tentang Sosok Aktivis Sekaligus Pendiri Seknas Muda Jokowi, Almarhum Ajianto Dwi

"Mas Ajianto ini teman saya sekolah. Beliau ini aktivis yang kalau saya bilang ora duwe udel (tidak punya pusar). Semangatnya luar biasa," kata Ganjar

Istimewa
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melepas kepergian aktivis sekaligus pendiri Seknas Muda Jokowi, Ajianto Dwi Nugroho. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SUKOHARJO - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melepas kepergian aktivis sekaligus pendiri Seknas Muda Jokowi, Ajianto Dwi Nugroho. Ganjar datang untuk memberikan penghormatan terakhir pada Ajianto yang juga sahabat dekatnya itu.

Ganjar melayat di rumah duka, Pondok Baru Permai k-9 Gentan, Baki Sukoharjo, Rabu (18/5). Ia disambut tangis haru keluarga saat memberikan penghormatan di depan jenazah Ajianto sesaat sebelum dimakamkan.

"Mas Ajianto ini teman saya sekolah. Beliau ini aktivis yang kalau saya bilang ora duwe udel (tidak punya pusar). Semangatnya luar biasa," kata Ganjar.

Baca juga: 48 Ekor di 13 Daerah di Jateng Positif PMK, Ganjar Beri Bantuan Pendampingan dan Obat

Ajianto lanjut Ganjar juga orang yang sangat berjasa. Dalam hidupnya, Ajianto ikut menorehkan sejarah dalam perjuangan.

"Beberapa kali mas Aji bersama saya dalam banyak perjuangan," ucapnya.

Ganjar mengatakan selalu komunikasi dengan Ajianto meski ia di Jakarta. Setiap Ganjar ke Jakarta, mereka berdua menyempatkan waktu untuk bertemu.

"Sesekali mas Aji juga mampir ke rumah dinas saya, beberapa kali bertemu di Jogja karena kami sama-sama UGM," katanya.

Baca juga: Hari Pertama Ganjar Beraktivitas di Luar Rungan Tanpa Masker: Ada Kesadaran Warga Memproteksi Diri

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melepas kepergian aktivis sekaligus pendiri Seknas Muda Jokowi, Ajianto Dwi Nugroho.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melepas kepergian aktivis sekaligus pendiri Seknas Muda Jokowi, Ajianto Dwi Nugroho. (Istimewa)

Baca juga: Jambore Penyuluh Antikorupsi Seluruh Indonesia Diadakan di Jateng, Ini Pesan Ganjar

Bahkan Desember tahun lalu, Ganjar mengatakan bertemu dengan Ajianto saat acara Nitilaku UGM. Meski tahu kondisinya sakit, namun Ajianto lanjut dia masih tersenyum.

"Saya ketemu Desember kemarin mas Aji ini masih mrenges (tersenyum). Saya tahu beliau menahan sakit, tapi wajahnya menampilkan ketegaran yang menurut saya luar biasa," katanya.

Baca juga: Tokoh Lintas Agama Silaturahmi ke Ganjar: Ini Tradisi yang Harus Kita Rawat!

"Bahkan saya dijawil teman-teman katanya mas Aji pengen foto. Mungkin itu foto terakhir saya sama mas Aji," katanya.

Sebagai pribadi, gubernur Jateng dan keluarga alumni UGM, Ganjar menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Ajianto. Ganjar berharap Ajianto diterima di sisiNya dan keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved