Berita Lifestyle

Perjuangan Nonton Film KKN di Desa Penari di NSC Kudus: Dapat Tiket Usai 3 Kali Antre Selama 5 Jam

Viralnya cerita KKN di Desa Penari membuat ratusan pengunjung rela mengantre menonton di bioskop NSC Kudus.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Sejumlah calon penonton mengantre untuk menonton film KKN di Desa Penari, di bioskop NSC Kudus, Selasa (10/5/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Viralnya cerita KKN di Desa Penari membuat ratusan pengunjung rela mengantre menonton di bioskop NSC Kudus.

Sejak tayang perdana pada 30 April 2022, ‎bioskop yang berada di Kudus City Walk itu selalu penuh pengunjung yang penasaran dengan cerita film yang disutradarai Awj Suryadi tersebut.

Satu di antaranya, Nihayatus Saadah (19), gadis Kudus yang rela mengantre hingga tiga kali agar bisa mendapatkan tiket bioskop.

Pada hari pertama, dia menggantre selama satu jam dan tidak kebagian tiket.

Sedangkan hari kedua, setelah mengantre selama tiga jam, sampai ke depan pintu loket, dia juga tak mendapat tiket.

"Dua kali mengantre kemarin gagal dapat tiket, padahal sudah berjam-jam menunggu," ujar dia, saat ditemui, Selasa (10/5/2022).

Belum Sepekan Tayang di Bioskop, Film KKN di Desa Penari Sudah Ditonton Lebih 2 Juta Orang

Ditanya Dul Jaelani Apakah Kisah KKN di Desa Penari Sungguhan, Tissa Biani Beri Kesaksian Ini

Baca juga: Bus Pengangkut Pemudik di Terminal Kudus Terlambat Datang akibat One Way Tol, Penumpang Telantar

Baca juga: Peserta Mudik Gratis Tiba di Kudus: Arifin Sujud Syukur setelah 3 Tahun Tak Pulang Kampung

Beruntung, pada hari ketiga, dia bisa mendapatkan tiket meskipun harus mengantre selama dua jam.

"Tadi antre selama dua jam sama teman-teman, akhirnya dapat juga kali ini," jelas mahasiswa IAIN Kudus itu.

Calon penonton lain, Rina Yunita (20), warga Dawe, juga rela mengantre sekitar satu jam untuk mendapatkan tiket.

Dia penasaran dengan film yang ceritanya pernah viral di media sosial Twitter, beberapa waktu lalu.

"Dulu kan pernah viral ceritanya, jadi saya penasaran juga sama filmnya," ucap dia.

Apalagi, Rina yang merupakan mahasiswi tingkat‎ akhir itu sebentar lagi akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Sehingga, dia perlu menonton film itu agar bisa menjaga sopan santun dan tata krama saat berada di lingkungan desa tempat dia akan KKN.

"Saya sebentar lagi mau KKN, jadi film ini menarik buat saya. Terlepas ini kisah nyata atau tidak," kata dia.

Baca juga: Cegah Hepatitis Akut pada Anak, Pemkab Brebes Kembali Terapkan PJJ untuk SD dan SMP

Baca juga: Brian Tak Lagi Jadi Drummer Sheila On 7, Adam: Masalah Rumah Tangga Band

Baca juga: Bahagianya Pasutri dari Cenggini Tegal, Dikaruniai Tiga Anak Kembar. Lahir Lewat Operasi Sesar

Baca juga: Bandar Sabu di Jepara Berhasil Kabur setelah Istri dan Dua Anaknya Serang Polisi Pakai Kayu

Area Manager Bioskop NSC Kudus‎ Satriya Agus Priyono menjelaskan, pihaknya membatasi jumlah penonton sebanyak 105 orang per studio, setiap harinya.

Dalam sehari, terdapat tujuh kali penayangan pada tiga studio sehingga terdapat 735 penonton setiap hari.

"Biasanya, satu studio itu maksimal 150 orang tetapi kami batasi menjadi 105 orang. Dalam sehari, diputar tujuh kali penayangan," kata dia.

Sejak ditayangkan perdana di bioskop, Satriya mengatakan, jumlah penonton selalu membeludak.

"Setiap hari, studio selalu penuh sejak tayang perdana di bioskop," kata dia. (Raka F Pujangga)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved