Berita Solo

Protes Reog Diklaim Malaysia, Seniman Reog Ponorogo di Solo Turun ke Jalan

Puluhan pemain Reog Ponorogo di Solo Raya turun ke jalan Kota Solo, Sabtu (9/5/2022) malam.

Editor: rika irawati
Tribunsolo.com/Tara Wahyu Nor Vitriani
Masyarakat menonton aksi protes pemain Reog Ponorogo terhadap klaim Malaysia, di Jalan Juanda Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/4/2022) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Puluhan pemain Reog Ponorogo di Solo Raya turun ke jalan Kota Solo, Sabtu (9/5/2022) malam.

Mereka bermain Reog di Jalan Ir Juanda guna menyuarakan protes terhadap langkah Malaysia yang mengklaim Reog sebagai budaya asli mereka.

Saat ini, Malaysia juga mendaftarkan Reog sebagai budaya mereka ke UNESCO.

"Ada sekitar 20 dadak merak atau topeng reog yang dimainkan oleh pemain," kata Rahmat, seorang peserta aksi dari paguyuban Reog Solo Bhirawa, Sabtu malam.

Baca juga: Keluarga Gilang Kecewa atas Vonis 2 Tahun bagi Tersangka Diklatsar Maut Menwa UNS Solo, JPU Banding

Baca juga: Karena Persis Solo, Manajemen PSIS Semarang Getol Datangkan Marukawa dan Fortes

Baca juga: Bareng Gibran Susur Bengawan Solo, Ganjar Lihat Potensi Wisata dan Olahraga Air

Baca juga: Benda Diduga Bom Ditemukan di Dekat SD Marsudirini Solo, Dibungkus Tas Plastik Warna Biru

Rahmat menegaskan, bahwa Reog merupakan budaya asli Indonesia.

Dirinya berharap, UNESCO tidak meloloskan pengajuan dari negara Malaysia tersebut.

"Reog ini resmi dari Indonesia, kita tidak terima reog diklaim negara lain," ujarnya.

Aksi ini sempat membuat jalan Ir Juanda macet. Pasalnya, selain rombongan dari pemain reog, aksi ini juga menarik perhatian warga untuk menonton.

"Antusias masyarakat untuk menonton tinggi, hampir 90 persen jalan tertutup masyarakat yang menonton," paparnya.

Aksi ini juga menari perhatian Mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Rudy, sapaannya, mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk protes kepada Mendikbud dan Menteri Pariwisata.

"Ini salah satu bentuk protes kepada Mendikbud dan Menteri Pariwisata karena Reog warisan budaya Indonesia sehingga tidak bisa diklaim negara manapun, apalagi Malaysia," kata Rudy.

Baca juga: Kembali ke Ibu Pertiwi, Dua Napiter Lapas Nusakambangan Cilacap Ucap Setia ke NKRI

Baca juga: Tanggul Laut Kendal Mulai Dikerjakan, Diharapkan Bisa Kurangi Rob Wilayah Bandengan dan Karangsari

Baca juga: Jelang Idulfitri, Pemkab Purbalingga Gencarkan Vaksinasi Booster. Jemput Bola hingga Masjid

Baca juga: Bikin Khawatir Warga, Air Kali Semarang di Kauman Tiba-tiba Berubah Warna Jadi Merah

Menurutnya, pemerintah harus benar-benar memperhatikan dan mempertahankan kebudayaan asli Indonesia.

"Malaysia itu dulu negara jajahan Inggris, jadi tidak mungkin punya budaya reog," kata Rudy.

Selama menjabat sebagai Wali Kota Solo, Rudy mengaku terus memberi perhatian pada budaya Reog.

"Dulu, setiap RW, saya beri Reog. Karena dulu, saya juga pemain reog, jadi tahu," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Protes Reog Ponorogo Diklaim Malaysia, Puluhan Pemain Turun ke Jalan Gelar Pertunjukan di Solo.

Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved