Berita Solo

Keluarga Gilang Kecewa atas Vonis 2 Tahun bagi Tersangka Diklatsar Maut Menwa UNS Solo, JPU Banding

Orangtua Gilang Endi Saputra kecewa atas vonis dua tahun penjara kepada tersangka kasus diklatsar maut Menwa UNS.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MUHAMMAD SHOLEKAN
Suasana sidang putusan atau vonis terhadap dua terdakwa kasus meninggalnya mahasiswa UNS Gilang Endi Saputra saat Diklatsar Menwa UNS di PN Solo, Senin (4/4/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Orangtua Gilang Endi Saputra mengaku kecewa atas vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim kepada dua tersangka kasus Diklatsar maut Menwa UNS, di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Senin (4/4/2022).

Apalagi, vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang meminta hakim menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara.

Meski begitu, Keluarga menyerahkan langkah hukum selanjutnya kepada JPU.

"Tentunya, kami, keluarga, merasa kecewa dengan Majelis Hakim," kata Ayah Gilang Edi Saputra, Sunardi (55), seusai persidangan.

Baca juga: Terdakwa Kasus Diklatsar Maut Menwa UNS Solo Divonis Bersalah, Diganjar Hukuman 2 Tahun Penjara

Baca juga: Sidang Perdana Kasus Menwa UNS Solo, Keluarga Kecewa Terdakwa Tidak Dihadirkan di PN

Baca juga: Ganjar Borong Produk di Solo Art Market: Terus Berkreasi dan Pamerkan Produk

Baca juga: Bersemangat Hadapi Liga 1, Persis Solo Mulai Latihan Akhir Maret sambil Berburu Pemain Asing

Meski dengan perasaan kecewa, Sunardi mengaku tetap menghormati vonis yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta.

"Tentunya, kami terima. Saya serahkan ke Jaksa Penuntut Umum, mohon doanya," kata Sunardi menahan tangis.

Sunardi pun terlihat kecewa bukan hanya karena vonis hakim tetapi juga sikap kedua terdakwa.

Hingga sidang pembacaan vonis, Sunardi mengatakan, keluarga atau perwakilan dari kedua terdakwa, belum berkujung ke rumahnya.

"Sementara, saat ini belum," kata dia.

Ibu Gilang Hampir Pingsan

Dalam sidang putusan tersebut, ibunda Gilang Endi Saputra, Endang (52), juga hadir.

Endang pun tak kuasa menahan tangis saat majelis hakim mulai membacakan awal, kronologi, hingga ketersangan saksi dalam kasus yang terjadi November 2021 lalu itu.

Di tengah-tengah sidang, Endang yang berada di bangku barisan depan didampingi Sunardi, kemudian harus dibopong keluar.

"Kalau tidak kuat, bisa dibawa keluar dulu ke Ruang Kesehatan," kata Ketua Majelis Hakim Suprapti.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved