Berita Banyumas

Banjir di Banyumas Memaksa 1.500 Warga Mengungsi, Lebih dari 700 Warga Menunggu Dievakuasi

Hujan deras yang mengguyur Banyumas sejak Senin (14/3/2022) malam, membuat sejumlah sungai meluap dan membanjiri permukiman dan jalan raya.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Sebuah truk terperosok saat mencoba menerobos banjir di Jalan Raya Kemranjen-Sumpiuh, Selasa (15/3/2022). Kejadian ini mengakibatkan arus lalu lintas macet. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Hujan deras yang mengguyur Banyumas sejak Senin (14/3/2022) malam, membuat sejumlah sungai meluap dan membanjiri permukiman dan jalan raya.

Kejadian ini membuat 1.500 warga mengungsi.

Sekretaris BPBD Banyumas, Gatot Apri, mengatakan, banjir dipicu hujan deras yang melanda Banyumas sejak Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Hujan di wilayah tersebut baru mulai reda pada Selasa (15/3/2022), sekira pukul 08.00 WIB.

Akibatnya, tiga sungai yang melintasi permukiman, meluap akibat peningkatan volume air.

Tiga sungai tersebut adalah Sungai Sengon di Desa Pandak, Kecamatan Sumpiuh; Sungai Kecepak di Desa Gebangsari, Kecamatan Tambak; dan Sungai Gatel di Desa Kedungpring, Kecamatan Kemranjen.

"Jumlah pengungsi kurang lebih 1.500-an orang. Kami sudah kirimkan perahu karet dan akan membuka dapur umum," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa.

Baca juga: Tiga Sungai Meluap, Warga di Enam RT di Desa Pandak Banyumas Kebanjiran

Baca juga: Viral! Pembonceng Motor Acungkan Kayu, Minta Sopir Truk Berhenti di Kemrajen Banyumas. Diduga Begal

Baca juga: Kelangkaan Minyak Goreng Masih Terjadi di Pasar Tradisional dan Modern di Banyumas

Baca juga: Polresta Banyumas Bentuk Komunitas Bebatiran Mancarli, Anggota Jadi Agen Keselamatan Berlalu Lintas

Saat ini, sejumlah posko pengungsian sudah dibangun di antaranya di Balai Pertemuan Desa Gebang Sari di Kecamatan Bambak.

"Saat ini, ada 500 orang masih dalam proses evakuasi di Desa GEbang. Di Desa Pandak, ada 200 orang. Sisanya ada di Desa Prembun, Kecamatan Tambak."

"BPBD sudah membuka dapur umum," ujarnya.

Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi jalan utama Kemranjen-Sumpiuh.

Kondisi ini menimbulkan kemacetan lantaran sejumlah truk mogok dan terperosok di parit di tepi jalan saat berusaha menerobos banjir. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Banjir Kebumen Meluas hingga 36 Desa, BPBD Mulai Dirikan Dapur Umum

Baca juga: Belasan Desa di Kebumen Kebanjiran, Ketinggian Air Mencapai 1 Meter

Baca juga: CEO Rans Entertainment Teryata Bukan Raffi Ahmad! Saya Cuma PNS

Baca juga: BREAKING NEWS: Diduga Sopir Hindari Genangan Air, Mobil Pajero Nyebur Sungai Wates di Kroya Cilacap

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved