Tips Sehat

Pasien Diabet Rawan Alami Gangguan Penglihatan, Begini Saran Dokter Spesialis Mata RSI Banjarnegara

Penderita diabetes melitus rentan mengalami gangguan penglihatan. Itu sebabnya, mereka diminta rutin mengecek kondisi kesehatan mata.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/RSI BANJARNEGARA
Dokter spesialis mata RSI Banjarnegara, dr Agus Setyawan SpM. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Penderita diabetes melitus rentan mengalami gangguan penglihatan. Itu sebabnya, penderita diabetes diminta rutin mengecek kondisi kesehatan mata, terutama retina.

Hal ini disampaikan dokter spesialis mata Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, dr Agus Setyawan SpM, Kamis (3/3/2022).

Dokter yang akrab disapa Wawan ini mengatakan, gangguan pada mata akibat diabetes disebut retinopati diabetik.

"Tidak jarang, kondisi retinopati diabetik menyebabkan kebutaan," kata Wawan.

Wawan mengatakan, retinopati diabetik menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah retina. Sehingga, membuat retina bengkak atau terdapat kapiler darah tidak nomal, pecah.

"Kondisi ini menyebabkan padangan menjadi kabur atau terganggu," imbuh dia.

Baca juga: Pasangan Beda Usia 40 Tahun di Banjarnegara Ini Bikin Iri Para Jomblo, Dikira Bapak dan Anak!

Baca juga: Pasar Lengkong Banjarnegara Diresmikan, Hanya Buka saat Wage, Ini Harapan Pedagang

Baca juga: Terungkap di Sidang, Kontraktor Proyek DPUPR Banjarnegara Setor Dana untuk Kampanye Budhi Sarwono

Baca juga: Sidang Suap Bupati Nonaktit Banjarnegara, Saksi Ungkap Sopir Jadi Dirut Perusahaan Pelaksana Proyek

Ia menambahkan, penyebab utama retinopati adalah kombinasi dari tingginya tekanan darah, gula darah, dan juga kolestrol.

Orang dengan diabetes melitus yang tidak ditangani dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil di retina.

Wawan menambahkan, kondisi retino diabetik ini dapat memicu komplikasi yang berdampak pada tingkat kesakitan yang semakin buruk.

Karena itu, dia meminta penderita diabetes militus, rutin melakukan cek kesehatan mata, terutama retinanya.

Tak hanya itu, diabetik retinopati juga bisa menyebabkan komplikasi lain, di antaranya diabetik makular edema (DME).

Baca juga: Pulau Sampah Seluas Lapangan Bola Muncul di Tambakrejo Kota Semarang, Didominasi Produk Rumah Tangga

Baca juga: Hari Raya Nyepi 2022 Bertema Tat Twam Asi, PHDI Banyumas: Aku adalah Kamu dan Kamu adalah Aku

Baca juga: Angelina Sondakh Hirup Udara Bebas, Langsung Ziarahi Makam Adjie Massaid Ditemani Keanu dan Aaliyah

Baca juga: Cek Kondisi Siswa Kecelakaan, Guru MI Miftahul Maarif Kudus Berangkat ke Purbalingga Bawa 2 Mobil

Menurut Wawan, DME terjadi ketika ada kebocoran cairan ke pusat makula, bagian peka cahaya dari retina.

Makula ini berfungsi mempertajam pelihatan langsung.

Saat kebocoran terjadi maka dapat membuat kualitas penglihatan menurun.

Wawani mengatakan, skrining awal sangat diperlukan untuk mendiagnosa kondisi pasien.

"Dengan diagnosa sedini mungkin dan pengobatan yang tepat, memungkinkan bisa meminimalkan pasien kehilangan penglihatan, bahkan dipulihkan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved