Berita Viral

Video Isi Solar Rp 150 Ribu Hanya Diberi Rp 100 Ribu di Banjarnegara Viral, Ini Penjelasan Pertamina

Video yang diunggah di grup Facebook Info Cepat Banjarnegara, Sabtu (26/2/2022), itu menunjukkan pembeli memprotes petugas SPBU yang dituding curang.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
ILUSTRASI. Truk SPBU kantong disiapkan PT Pertamina (Persero) Regional Jawa bagian Tengah sebagai upaya antisipasi lonjakan konsumsi BBM di sekitar tempat wisata jelang Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Selasa (22/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Video dugaan kecurangan petugas stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), viral di media sosial Facebook.

Video yang diunggah di grup Facebook Info Cepat Banjarnegara, Sabtu (26/2/2022), itu menunjukkan pembeli memprotes petugas SPBU yang dituding curang saat mengisi solar.

"Agi anget lurr, tapi si pancen kit biyen nek tak dematna nek isi nang kono (masih hangat, Lur, Kalau diperhatikan sejak dulu mengisi BBM di tempat ini)," demikian narasi yang dituliskan oleh pengunggah.

Dalam video tersebut terlihat, petugas SPBU seperti menghindari konsumen yang terus merekamnya.

Namun, si perekam terus membuntuti.

"Kiye pak sing nyolong solar kiye, sing gawene nyolong solar kiye. Titene ping pira bae kiye, ngaku. Pom bensin pucang, wis pira bae tak titeni (Ini pak yang mencuri solar, yang kerjaannya mencuri solar ini. Saya amati beberapa kali. Pom bensin pucang sudah beberapa kali saya amati)," ujar pria dalam video tersebut.

Baca juga: Pemkab dan DPRD Banjarnegara Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng, 4.800 Liter Ludes dalam 1,5 Jam

Baca juga: Banjarnegara Punya Lambang Daerah Baru, Ini Penampakan dan Maknanya

Baca juga: ODGJ di Sigaluh Ngamuk Bawa Golok. Sempat Diamankan Polisi, Kini Dirawat di RSI Banjarnegara

Baca juga: Harga Kedelai Meroket, Produsen Tempe di Banjarnegara: Kalau Naik Lagi, Tutup

Pria yang berbicara dengan logat Banyumas yang kental itu mengatakan bahwa kecurangan petugas SPBU adalah memotong Rp 50.000 saat melayani pembelian solar.

"Ngitung salah nomer, ngarah Rp 50.000. Nyong tuku Rp 150.000, diwei Rp 100.000. (Ngitung salah nomer, mau ambil Rp 50.000. Saya beli Rp 150.000, diberi Rp 100.000)," lanjutnya.

Hingga Selasa (1/3/2022), unggahan video tersebut telah disukai lebih dari 2.000 kali, dikomentari 1.200 kali, dan dibagikan 388 kali oleh warganet Facebook.

Belakangan diketahui, peristiwa dalam video tersebut terjadi di SPBU yang berada di Blambangan, Kecamatan Bawang, Banjarnegara.

Saat dikonfirmasi ke Pertamina, Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina, Brasto Galih Nugroho mengatakan, kejadian tersebut adalah miskomunikasi dan bukan unsur kesengajaan.

Brasto menjelaskan, peristiwa itu terjadi di SPBU Blambangan, Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Sabtu (26/2/2022).

Baca juga: Pura Mangkunegaran Solo Punya Raja Baru: GPH Bhre Cakrahutomo Ditunjuk sebagai Mangkunegara X

Baca juga: Jembatan Mengaji Banyumas Mulai Diperbaiki, Ini Jalur Alternatif Ajibarang-Purwokerto yang Disiapkan

Baca juga: Pertamina Naikan Harga Elpiji Nonsubsidi, Bagaimana dengan Elpiji Melon 3 Kilogram?

Baca juga: Penerima BPNT di Purbalingga Tak Terima Bansos Utuh, Dipotong Rp 250 Ribu untuk Beli Beras

Adapun miskomunikasi tersebut, imbuhnya, terkait petugas SPBU tidak mendengar dengan baik nominal pengisian BBM yang disebutkan konsumen karena kondisi kebisingan di lokasi pada waktu kejadian.

"Konsumen menyebut Rp 150.000 namun terdengar oleh operator SPBU Rp 100.000 karena kondisi kebisingan di lokasi kejadian," ujar Brasto, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (1/3/2022) pagi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved