Berita Nasional

Kasus Covid di Indonesia Naik 910 Persen, Pemerintah Siapkan 130 Ribu Bed Rumah Sakit

Presiden Joko Widodo mengatakan, persentase peningkatan kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 910 persen.

Editor: rika irawati
Shutterstock
Ilustrasi virus corona. 

"Pemerintah, sejauh ini, menyiapkan itu. penguatan testing, treacing, dan treatment (3T), vaksinasi juga sudah dimulai, begitu pun booster. Kemudian, telemedecine tersedia," kata Reisa.

Banyaknya kasus yang terjadi maka telemedecine menjadi sangat membantu.

Telemedicine bisa digunakan bagi pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri. Pemerintah juga menyiapkan layanan di telemedicine.

Baca juga: Cari Perabot Rumah dari Kayu Jati? Datang Saja ke Sentra Jepon Blora, Harga Mulai Rp 20 Ribu

Baca juga: Stasiun Kebumen Bakal Lebih Teduh, PT KAI Daop 5 Purwokerto Tanam 25 Pohon Tabebuya dan Ketapang

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 2 Februari 2022: Rp 968.000 Per Gram

Selain itu, juga disediakan tempat tidur isolasi yang siap pakai.

Pemerintah telah menyiapkan 70.641 bed yang ada di Indonesia.

"Sedangkan kapasitas nasional adalah 120 ribu-130 ribu. Tentunya, dengan seperti ini, kita tetap harus hati-hati untuk tetap disiplin prokes. Vaksinasi Covid-19 pun sangat membantu supaya gejala penyakit tidak semakin berat atau fatal," papar Reisa.

BOR Naik

Ketua Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban mengatakan, Indonesia kini sudah masuk gelombang ketiga Covid-19.

Kondisi ini didasari beberapa faktor, seperti, kasus naik tiap hari, kenaikan bed ocupancy rate (BOR), dan positivity rate, serta hadirnya klaster.

"Bagi yang mengira kita telah masuk gelombang tiga, ya kita telah 'berhasil' memasukinya. Kasus naik tiap hari, BOR dan positivity rate juga, plus klaster."

"Tapi, jangan panik. Kita bisa atasi sebelum jadi lebih buruk. Pemutusan rantai penularan harus dilakukan cepat dan efisien," tulis dokter spesialis penyakit dalam tersebut, seperti dikutip dari akun Twitter pribadinya, Selasa.

Di sisi lain, Juru bicara vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut, pihaknya belum dapat menyimpulkan kenaikan kasus harian Covid-19 berturut-turut ini sebagai tanda dimulainya gelombang ketiga Covid-19.

"Masih kami monitoring, ya, karena untuk menyatakan gelombang ketiga kita masih melihat perkembangan penambahan kasus," kata dia saat dikonfirmasi, Selasa.

Ia menuturkan, selain meningkatnya testing dan tracing untuk menemukan kasus konfirmasi positif Covid-19, varian Omicron diduga menjadi penyebab kenaikan kasus karena sifatnya yang cepat menular.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved