Berita Pendidikan

Dikaitkan Majapahit, Pohon Maja yang Mulai Langka Ditanam Petani Banjarnegara untuk Cegah Longsor

Nama Majapahit mengemuka seiring bergulirnya wacana penamaan ibu kota negara (IKN), Nusantara. Nama Majapahit konon terinspirasi dari pohon Maja.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Nama Majapahit mengemuka seiring bergulirnya wacana penamaan ibu kota negara (IKN), Nusantara.

Nama Nusantara dilontarkan Patih Kerajaan Majapahit Gajah Mada dalam Sumpah Palapa untuk menyebut wilayah atau pulau-pulau yang perlu ditaklukkan Majapahit.

Sementara, asal kata Majapahit sendiri, konon, berasal dari kata Maja dan Pahit.

Ini berawal dari cerita Raden Wijaya bersama pengikutnya saat membuka hutan untuk pemukiman.

Di situ, mereka menemukan pohon Maja dan mencoba memakan buahnya namun rasanya pahit.

Baca juga: Minyak Goreng Rp 14 Ribu Mulai Dijual di Pasar Induk Banjarnegara, 40 Dus Ludes Hanya Beberapa Jam

Baca juga: Gara-gara Jembatan Hanya Bisa Dilewati Motor, Petani Singkong di Banjarnegara Pilih Tak Panen

Baca juga: Belasan Rumah Warga Rusak, Dampak Hujan Disertai Angin Kencang di Susukan Banjarnegara

Baca juga: Cerita Motor Matic Tertukar di Minimarket SPBU Petambakan Banjarnegara, Arif: Jadi Sama Susahnya

Pohon Maja, sampai saat ini, masih bisa dijumpai. Meski tak jelas apakah Maja yang dikenal masyarakat selama ini sama dengan yang dimaksud dalam legenda penamaan Kerajaan Majapahit.

Pohon Maja, nyatanya sudah semakin jarang dijumpai, ketimbang tanaman lain yang lebih populer, saat ini.

Bahkan, tidak semua warga mengenal tanaman ini atau pernah mencicipi buahnya.

Namun, di areal persawahan Desa Kutawuluh, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, puluhan Pohon Maja tumbuh subur.

Buah maja sering kali dibiarkan warga karena memiliki rasa pahit. Namun, tak sedikit yang mencari untuk obat.
Buah maja sering kali dibiarkan warga karena memiliki rasa pahit. Namun, tak sedikit yang mencari untuk obat. (TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI)

Satu di antaranya, di pematang sawah milik Masto, warga Kutawuluh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved