Judi Online

Duh! Kecanduan Judi Online, Bendahara Desa Wonosobo Batang Gelapkan Dana Bantuan Sosial Rp 60 Juta

Bendahara Desa Wonosobo, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Joyo, melarikan diri setelah menggelapkan dan Bantuan Sosial Tunai (BST) 2021 Rp 60 juta.

Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS.COM
ILUSTRASI Judi Online. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Bendahara Desa Wonosobo, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Joyo, melarikan diri setelah menggelapkan dan Bantuan Sosial Tunai (BST) 2021 Rp 60 juta.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Wonosobo, Barkah Mulyo.

Barkah mengatakan, Joyo diduga nekat melakukan penggelapan karena kecanduan judi online dan melarikan diri sejak tanggal 9 November 2021 lalu.

Menurut Barkah, uang Rp 60 juta itu rencananya diberikan kepada 25 penerima bantuan untuk tujuh kali pencairan.

Selain menggelapkan dana BST, Joyo juga membawa kabur uang pengaspalan jalan senilai Rp 30 juta. Uang tersebut bersumber dari Dana Desa (DD).

"Saya sendiri tidak mengerti kalau dia kecanduan judi online, tapi istrinya sering melihat suaminya bermain laptop hingga jam 3 pagi," tuturnya saat ditemui, Senin (24/1/2022).

Baca juga: Pertama Kunjungi Pasar Minggo Batang, Devi Ketagihan Ingin Datang Lagi Berburu Jajan Tradisional

Baca juga: Tinjau Vaksinasi Anak di Batang, Wagub Taj Yasin Minta Siswa Ajak Teman agar Mau Divaksin

Baca juga: Kreatif! Pemdes Kalimanggis Batang Bangun Wisata Kuliner Ilir Pari Tumpang Sari di Tanah Bengkok

Baca juga: Cara Guru SLB Negeri Batang Hilangkan Ketakutan Siswa saat Divaksin: Ajak Foto saat Mulai Disuntik

Barkah mengatakan, Joyo kabur bersama istrinya. Sejak menghilang, keduanya tidak bisa dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya.

"Kami juga melakukan upaya pencarian, menyisir kontrakan-kontrakan di berbagai tempat, dan meminta keluarga ikut mencari," ujarnya.

Namun demikian, Barkah mengatakan, pihak desa memutuskan tidak melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.

Pihak desa dan keluarga Joyo bersepakat menyelesaikan perkara itu secara kekeluargaan.

"Dari pihak keluarga sudah bertanggung jawab, mereka mau mengganti uang yang ditilap. Uang itu diambilkan dari hasil pembagian warisan oleh orangtua pelaku," imbuhnya.

Barkah lega, uang untuk warga itu telah diganti pihak keluarga Joyo.

Meski begitu, dia merasa kecolongan dengan peristiwa itu.

Belakangan diketahui, pelaku memalsukan stempel desa dan KTP milik Barkah. Menggunakan identitas itu, pelaku diduga berhasil mencairkan BLT.

"Saya kecolongan, stempel kelurahan dan KTP saya dipalsukan. Setiap saya tanya rekening, selalu jawab besok, tapi besoknya tidak berangkat sampai saya lupa karena jawabannya seperti itu terus," ujarnya.

Baca juga: Anggota Polres Purbalingga Mulai Terima Vaksin Booster, Giliran Selanjutnya Masyarakat Umum

Baca juga: Paguyuban Tionghoa Banyumas Salurkan 18.690 Paket Sembako untuk Warga, Target Berikan 30 Ribu Paket

Baca juga: Bahaya Omicron Mengintai, Plh Bupati Banjarnegara Minta Warga Tak Abaikan Protokol Kesehatan

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Selasa 25 Januari 2022: Rp 981.000 Per Gram

Atas ulah Joyo itu, Barkah mengatakan, 10 kali penyaluran bantuan untuk warga, terganggu.

"Pelaku mengatakan bahwa BST belum tercairkan. Sementara, ia telah menggelapkan BST sebanyak tujuh kali pencairan," imbuhnya.

Agar bisa mencairkan sisa BST, pihak kecamatan merekomendasikan merekrut bendahara desa baru.

Hal itu agar bisa mengejar ketertinggalan administrasi dan laporan pertanggungjawaban. (**)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved