Berita Semarang

Selamat! Romo Budi Raih Gelar Doktor Ilmu Lingkungan berkat Disertasi Kepemimpinan Agama di Kendeng

Pastor Keuskupan Agung Semarang, Romo Aloysius Budi Purnomo, meraih gelar doktor Ilmu Lingkungan dari Unika Soegijapranata Semarang, Jumat.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Dok Pribadi Romo Budi
Romo Budi menyanyikan lagu di akhir ujian terbuka disertasi untuk meraih gelar doktor di Unika Soegijapranata Semarang, Jumat (21/1/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pastor Keuskupan Agung Semarang, Romo Aloysius Budi Purnomo, meraih gelar doktor Ilmu Lingkungan dari Program Doktor Ilmu Lingkungan (PDIL) Unika Soegijapranata Semarang pada Jumat (21/1/2022).

Pastor Kepala Kampus Ministry Unika Soegijapranata ini memperoleh gelar doktor usai mempertahakan disertasi berjudul "Model Kepemimpinan Ekoteologis Interreligius Sesuai Ensiklik Laudato Si' dalam Konteks Komunitas Pegunungan Kendeng Utara".

Dalam penelitian disertasinya, penulis dan kolumnis sejumlah surat kabar nasional ini menjelaskan, kepemimpinan intereligius merupakan kepemiminan bersama semua agama dan kepercayaan termasuk agama adat.

"Fokus penelitian saya terkait kepemimpinan intereligius yang berjuang menjaga keutuhan ciptaan dan menjaga kelestarian lingkungan," kata Romo Budi dalam pesan tertulis, Minggu (23/1/2022).

Baca juga: Inilah Student Care, Cara Unika Soegijapranata Semarang Bantu Masalah Nonakademik Mahasiswa

Baca juga: Kali Pertama, LPPM Unika Soegijapranata Semarang Danai 16 Skim Penelitian dan Pengabdian

Baca juga: Waspada! Kudus Berpotensi Diguncang Gempa Hingga 6 SR dari Sesar Kendeng

Baca juga: Tak Disangka, selain Jago Hipnoterapi, Kapolres Bergelar Doktor di Kebumen ternyata Vokalis

Tim penguji terdiri dari Dr Ferdinandus Hindarto (Rektor/Ketua Penguji), Prof Andreas Lako (Kaprodi/ Sekretaris), Romo Dr Subanar (Universitas Sanata Dharma/ Penguji Eksternal), Romo Dr P Paulus Wiryono (Penguji Internal), Dr Margaretha Sih Utami (Penguji Internal), Dr Cecilia Murniati (Kopromotor), dan Prof Dr Budi Widianarko (Promotor).

Romo Budi menuturkan, dalam penelitiannya, dia menemukan dua hal.

Pertama, adanya kesesuaian ekoteologis interreligius dengan ensiklik Laudato Si' sebagai konsep yang sejalan demi merawat bumi. Yakni, melibatkan semua orang tanpa memandang agama dan kepercayaan.

Lalu, terkait eco-theologist. Artinya, satu sikap dasar yang ramah dan peduli lingkungan sesuai ajaran agama dan kepercayaan masing-masing.

"Semua agama sepakat agar alam atau lingkungan tetap dijaga, bukan dirusak," ucapnya.

Pada ujian terbuka disertasi itu, sejumlah tokoh lintas agama dan kepercayaan turut hadir.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved