Berita Kriminal

Kasus Terbongkar Seusai Orangtua Korban Temukan Test Pack, Disetubuhi di Cipendok Banyumas

Pelaku melakukan perbuatan tersebut pada Juli 2021 di Hotel Cipendok Indah, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
POLRESTA BANYUMAS
Pihak kepolisian sedang memeriksa JJ (30) warga Desa Cebentang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, karena melakukan persetubuhan terhadap anak bawah umur, Selasa (18/1/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - JJ (30) warga Desa Cebentang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, ditangkap Unit PPA Satreskrim Polresta Banyumas, Selasa (18/1/2022).

Dia ditangkap karena diduga kuat telah melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap anak di bawah umur.

Pelaku ditangkap setelah mendapatkan informasi keberadaannya yang bekerja sebagai sopir travel di wilayah Bumiayu.

Baca juga: MPP Banyumas Berulang Tahun, Bupati Banyumas Minta Inovasi Kemudahan Perizinan Tetap Dibuat

Baca juga: Serahkan Motor Roda Tiga, Bupati Husein Minta Kemensos Perbanyak Bantuan bagi Difabel Banyumas

Baca juga: Dinkes Banyumas Mulai Berikan Vaksin Booster, Ini 4 Rumah Sakit yang Ditunjuk Melayani Suntikan

Baca juga: Tak Punya Pekerjaan, Warga Sumbang Banyumas Pilih Curi Alat Pemanas Kandang Ayam di Purbalingga

Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Berry menyampaikan, korban adalah seorang gadis berinisial TA (14) warga Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. 

Pelaku melakukan perbuatan tersebut pada Juli 2021 di Hotel Cipendok Indah Desa Karang Tengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

"Modusnya tersangka mengajak korban untuk jalan-jalan menuju Cipendok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas."

"Sesampainya di Cipendok, tersangka membelokkan motornya ke sebuat hotel di Cipendok."

"Kemudian tersangka memesan kamar dan mengajak korban masuk ke dalam kamar."

"Selanjutnya tersangka menyetubuhi korban," ujar Kompol Berry kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (19/1/2022).

Kasus tersebut akhirnya dapat terungkap setelah orangtua korban melihat ada test pack di kamar anaknya yang menunjukan negatif. 

Akan tetapi orangtua korban penasaran dan bertanya mengapa ada test pack dan meminta korban bercerita yang sebenarnya. 

"Orangtua korban biasa naik travel yang disupiri oleh pelaku," katanya. 

Kasatreskrim juga menjelaskan bahwa tersangka saat menyetubuhi korban mengancam korban agar tidak teriak. 

Diketahui pelaku melakukan tindakan persetubuhan tersebut sejak Juli 2021 sebanyak tiga kali. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved