Berita Semarang

Polisi Ungkap Pemicu Suami Tega Bunuh Istri di Semarang: Marah Diminta Cari Kerja

Polisi mengungkap motif Khanifah alias Andre yang tega membunuh istri, Indah Safitri (25), di rumah kos di Ngemplak Simongan, Kota Semarang.

TRIBUNBANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Khanifah alias Andre pembunuh istrinya dihadirkan pada konfrensi pers di Mapolrestabes Semarang, Senin (17/1/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Polisi mengungkap motif Khanifah alias Andre yang tega membunuh istri, Indah Safitri (25), di rumah kos mereka di Jalan Srinindito Baru RT 11 RW 01, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, pada Sabtu (15/1/2022).

Kepada polisi, Andre mengaku marah dan kemudian menggorok Indah lantaran diminta mencari kerja.

Pengangguran asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tertangkap beberapa jam setelah kejadian, saat kembali ke rumah kos. Dia mendapat hadiah timah panas di kakinya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar menuturkan, Andre membunuh istrinya pada pukul 12.30 WIB.

Saat itu, Indah yang merupakan karyawan konveksi, sedang beristirahat kembali ke kos, dijemput Andre.

"Namun, sesampainya di rumah, terjadi percakapan yang menyebabkan pelaku tersinggung. Hal ini menyebabkan terjadinya peristiwa pembunuhan."

"Pelaku menusuk korban menggunakan pisau," tutur dia saat konfrensi pers di Polrestabes Semarang, Senin (17/1/2022).

Baca juga: Kasus Suami Bunuh Istri di Semarang: Sakira Berharap Menantunya Dihukum Mati

Baca juga: Suami Pembunuh Istri di Semarang Ditangkap Polisi, Ketua RT: Saat Ditangkap, Dia Bersama Anaknya

Baca juga: 41 Napi Dipindah ke Nusakambangan Cilacap, Kalapas Semarang: Mereka Bandar dan Pengedar Narkoba

Baca juga: Mulai Februari, Dishub Kota Semarang Terapkan Parkir Elektronik Pinggir Jalan. Ini Titik Lokasinya

Menurutnya, Andre saat itu tidak bekerja dan diarahkan istrinya untuk mencari kerja. Namun, pelaku beralasan sedang tidak sehat.

"Istrinya mengarahkan 'mas carilah pekerjaan'. Khanifah menyampaikan bahwa sedang tidak sehat. 'Kalau tidak sehat, ya berobat'," ujarnya saat menguraikan penyebab tersinggungnya pelaku.

Kombes Irwan menerangkan, Andre tersinggung karena korban sering marah-marah karena suaminya tidak bekerja.

Ucapan tersebut yang menyebabkan Andre gelap mata membunuh istrinya.

"Imbauan istri menyuruh suami bekerja, yang menyulut emosi pelaku karena jengkel," tuturnya.

Dikatakannya, pisau yang digunakan pelaku untuk menghunus korban telah berada di kos tersebut. Pelaku menusuk korban di bagian leher.

"Pelaku ditangkap saat kembali ke kos mengantar anaknya," ujarnya.

Ia mengatakan, Andre dijerat Pasal 338 dan 340 KUHP. Tersangka terancam hukuman pidana selama 15 tahun penjara.

"Kami juga memasukkan pasal KDRT pada kasus tersebut," tandasnya. (*)

Baca juga: Warga Mandiraja Kulon Banjarnegara Geram, Area Permakaman Jadi Tempat Pembuangan Sampah Pasar

Baca juga: Pemotor Meninggal, Masuk Kolong Truk Molen Usai Motor Terjatuh di Kedungbanteng Banyumas

Baca juga: Bukan Sekadar Plesetan, Pamong Praja Diduga Jadi Pemicu Banyaknya Perceraian di Purbalingga

Baca juga: Kasus Omicron Melonjak, Kunjungan ke Mal Dibatasi. Hanya untuk Warga yang Sudah Vaksin 2 Kali

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved