Breaking News:

Berita Karanganyar

Peradi Karanganyar Gugat Seleksi Perdes Plumbon Karanganyar ke PTUN, Buntut Pelantikan Menantu Kades

Proses seleksi pengisian perangkat desa dengan jabatan Kepala Seksi Pemerintahan di Desa Plumbon, Karanganyar, digugat ke PTUN.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/AGUS ISWADI
Pengacara dari Peradi Karanganyar, Kadi Sukarna, bakal mengajukan gugatan ke PTUN terkait seleksi perangkat Desa Plumbon. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Proses seleksi pengisian perangkat desa dengan jabatan Kepala Seksi Pemerintahan di Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Gugatan tersebut dilayangkan Eka Widyayu Wardani, peserta seleksi sekaligus peringkat pertama ujian seleksi.

Eka mengajukan gugatan ke PTUN didampingi Peradi Karanganyar.

"Berkaitan dengan hal itu, kami juga telah memberikan kuasa kepada Peradi Karanganyar untuk menangani kasus tersebut," katanya saat dihubungi, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Hasil Seleksi Perangkat Desa Plumbon Karanganyar Digugat: Menantu Kades Dilantik meski Nilai Rendah

Baca juga: Lagi Musim Durian Nih, Yuks Sambangi Desa Gempolan Karanganyar, Harga Mulai Rp 20.000

Baca juga: 341 Anak Karanganyar Terima Bantuan Atensi Sosial Kemensos, Ortu Mereka Meninggal Karena Covid-19

Baca juga: Dua Rumah di Karanganyar Digeledah, Polisi Temukan Puluhan Botol Miras Ilegal

Terpisah, Kuasa Hukum Eka, Kadi Sukarna mengatakan, dalam gugatan tersebut, pihaknya meminta supaya pengadilan membatalkan pengangkatan dan pelantikan peserta seleksi Kasi Pemerintah Desa Plumbon dan mengangkat Eka yang mendapatkan nilai tertinggi sebagai perangkat desa.

Kadi mengatakan, dalam kasus ini, selain kades, camat, peserta yang telah dilantik, dan panitia seleksi pengisian perangkat desa, juga turut menjadi pihak tergugat.

"Kemarin, sudah mengirim surat ke kades (Plumbon). Saat ini sudah mendapatkan balasan. Dokumen hukum sudah kami dapatkan semua, tinggal nanti upaya hukum."

"Kami persiapan dan kemungkinan besar pekan depan sudah masuk ke PTUN," ucap Kadi.

Dalam ujian pengisian perangkat desa yang digelar pihak ketiga, lanjutnya, Eka mendapatkan nilai tertinggi tapi tidak mendapatkan rekomendasi dari Kades untuk diajukan ke camat sebagai perangkat desa.

Baca juga: Selamat! Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Banyumas Dinyatakan Tinggi Versi Ombudsman Jateng

Baca juga: Perahu Pemancing Terbalik setelah Dihantam Angin Kencang di Perairan Cilacap, Dua Orang Hilang

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Jumat 14 Januari 2022: Rp 978.000 Per Gram

Dia menuturkan, Kades justru merekomendasikan peserta peringkat enam dan tujuh ke camat untuk dikonsultasikan sebelum menentukan satu nama yang akan diangkat dan dilantik menjadi perangkat desa.

"Justru, yang diajukan rangking enam dan tujuh. Yang notabenenya ranking enam menantu dari Kades (Plumbon). Camat telah merekomendasi diangkatnya menantu (Kades) menjadi perangkat desa aktif," ungkapnya.

Meskipun usulan perangkat desa menjadi kewenangan Kades, menurutnya, harus memperhatikan etika dalam proses ujian kompetensi.

"Kenapa harus dipihak ketigakan (ujian seleksi) kalau yang rangking pertama tidak dapat jaminan untuk jadi," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved