Breaking News:

Berita Tegal

Kontraktor Proyek 'Malioboro' Kota Tegal Kena Denda Rp 8,8 Juta/Hari, Hingga Deadline Belum Rampung

Pemkot Tegal menetapkan denda Rp 8,8 juta per hari kepada kontraktor pelaksana pembangunan city walk 'Malioboro' di Jalan Ahmad Yani, Kota Tegal.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Para pekerja membongkar trotoar Jalan Ahmad Yani Kota Tegal, Kamis (23/9/2021). Rencananya, kawasan ini akan disulap menjadi city walk. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal menetapkan denda Rp 8,8 juta per hari kepada kontraktor pelaksana pembangunan city walk 'Malioboro' di Jalan Ahmad Yani, Kota Tegal, Jawa Tengah.

Denda yang dipungut mulai 9 Januari 2022 itu diberlakukan lantaran kontraktor tak mampu menyelesaikan proyek tepat waktu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal, Sugiyanto mengatakan, sesuai kontrak, pekerjaan senilai Rp 9,7 miliar dilaksanakan 6 September hingga 24 Desember 2021.

Namun, karena mengalami sejumlah kendala, pihaknya memberikan waktu 15 hari perpanjangan atau paling lambat 8 Januari rampung.

Kendati diberi perpanjangan, kenyataannya, pekerjaan proyek baru rampung 60 persen.

"Karena sejumlah kendala, kami awalnya sudah beri waktu perpanjangan sejak 25 Desember 2021 hingga 8 Januari 2022, sesuai permintaan mereka. Namun, pada kenyataannya kontraktor baru bisa merampungkan 60 persen," kata Sugiyanto, Selasa (11/1/2022).

Baca juga: Proyek Malioboro Kota Tegal Baru Dimulai Langsung Dihentikan Paksa, Ternyata Karena Hal Ini

Baca juga: Penataan Jalan Ahmad Yani Dimulai Bulan Ini, Digadang-gadang Jadi Malioboro-nya Kota Tegal

Baca juga: Di Kota Tegal, Hasil Tes Swab Acak Bakal Jadi Bahan Evaluasi PTM 100 Persen

Baca juga: Tingkah Siswa SMP di Tegal Bikin Semua Tertawa Jelang Dites Swab: Nyong Ora Wanilah, Nyong Nyerah

Sugiyanto mengatakan, pihaknya kembali memberikan kesempatan merampungkan pekerjaan mulai 9 Januari hingga 29 Januari mendatang.

Namun, setiap harinya, kontraktor dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu per seribu/permil) dari harga kontrak atau bagian kontrak jika dihitung sekitar Rp 8,8 juta per hari.

"Ada perpanjangan kedua tapi konsekuensinya kena pinalti sekitar Rp 8,8 juta per hari, waktunya berarti sampai 29 Januari 2022," kata Sugiyanto.

Sugiyanto berharap, di sisa waktu yang diberikan, pihak kontraktor bisa bekerja maksimal untuk merampungkan pekerjaan.

Satu di antaranya, lewat cara menambah jumlah pekerja dan jam kerja hingga malam hari.

Proyek yang digadang-gadang akan seperti kawasan Jalan Malioboro, Yogyakarta, itu masih menyisakan pekerjaan di antaranya pemasangan granit dan atau paving dekoratif.

"Harapannya, pihak kontraktor segera menyelesaikan. Dikerjakan 24 jam, bisa sampai malam. Ketika tidak selesai ya putus kontrak, sudah tidak ada kesempatan lagi," kata Sugiyanto. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pekerjaan Molor, Kontraktor "Malioboro" Tegal Didenda Rp 8,8 Juta Per Hari".

Baca juga: Kakak Sepupu Mengaku Membunuh Bocah 9 Tahun di Hutan Wanareja Banjarnegara, Begini Koronologinya

Baca juga: Epidemiolog Prediksi Gelombang Tiga Infeksi Corona Terjadi Februari-Maret, Ini Dasarnya

Baca juga: Kondisi Fisik Belum Fit, Bomber Chavy Walsh Dimungkinkan Absen saat Laga PSIS Lawan Persiraja

Baca juga: Berlangsung Sore, Jenazah Bocah 9 Tahun yang Tewas di Hutan Wanareja Banjarnegara Dimakamkan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved