Berita Pati

Video Viral, Empat Kades di Pati Karaoke Ditemani PK. Ini Sanksi yang Diberikan Pemkab

Empat kepala desa di Kabupaten Pati terancam mendapat sanksi dari pemerintah kabupaten (pemkab) setempat.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
ISTIMEWA
Kolase tangkapan layar video viral kepala desa di Pati asyik karaokean bareng pemandu lagu di sebuah hotel di Pati, saat PPKM, Sabtu (25/12/2021) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Empat kepala desa di Kabupaten Pati terancam mendapat sanksi dari pemerintah kabupaten (pemkab) setempat.

Mereka kedapatan berpesta di tempat hiburan malam karaoke dengan ditemani para perempuan pemandu karaoke (PK) atau pemandu lagu, Sabtu (25/12/2021) malam lalu.

Video keempat kepala desa tengah asyik karaokean ditemani PK tersebar secara berantai di aplikasi WhatsApp.

Berdasarkan informasi yang diterima, mulanya, video tersebut diunggah sebagai status WA oleh satu di antara mereka namun dihapus tak lama kemudian.

Kasatpol PP Pati Sugiyono mengatakan, keempatnya merupakan kepala Desa Kenanti, Kecamatan Dukuhseti; kepala Desa Badegan, Kecamatan Margorejo; serta kepala Desa Tlogosari dan kepala Desa Purwosari, Kecamatan Tlogowungu.

"Tanggal 29 Desember kemarin, mereka sudah dipanggil sekda, saya juga hadir. Mereka mengakui perbuatan mereka di sebuah tempat karaoke dalam hotel yang berada di Margorejo," kata Sugiyono di Markas Satpol PP Pati, Kamis (30/12/2021).

Baca juga: Vaksinasi Anak di Pati Sudah Dimulai, Total Sasaran Capai 225 Ribu Orang

Baca juga: Di Kabupaten Pati Cuma Ada Empat Wisata yang Buka Saat Libur Tahun Baru, Sesuai Instruksi Bupati

Baca juga: Pemkab Pati Hibahkan Rp 20 Miliar Bangun Polres Pati, Haryanto: Biar Kantornya Lebih Representatif

Baca juga: Bupati Pati Haryanto: Perayaan Natal Dipastikan Aman dan Lancar, Semua Patuh Protokol Kesehatan

Pihaknya juga meminta keterangan dari pihak hotel.

Menurut keterangan dari manajemen hotel, keempat kepala desa itu berkaraoke untuk merayakan ulang tahun satu di antara mereka.

"Terkait sanksi, dalam hal ini kewenangan kami ialah mengenai pelanggaran PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Jadi, kami terapkan denda Rp 2 juta masing-masing," ujar dia.

Sugiyono mengatakan, ia juga meminta keempat kepala desa untuk menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan Syukur.

Hal itu untuk mengingatkan bahwa mereka adalah pejabat publik yang harus mengabdi pada negeri.

"Mereka harus memberi contoh yang baik, bukannya malah memberi contoh buruk. Ketika pandemi malah asyik bernyanyi di tempat karaoke yang seharusnya tutup saat PPKM," tegas dia.

Sementara, pihak hotel didenda sebesar Rp 5 juta karena nekat mengoperasikan tempat karaoke saat PPKM.

Tak hanya itu, manajemen hotel juga akan menerima sanksi adminstrasi dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar).

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved