Senin, 1 Juni 2026

Berita Video

Video Banjir Pujian, Kampung Sidat Kaliwungu Cilacap Berhasil Budidayakan Ikan Sidat

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji berkata, banyak peneliti yang datang ke Cilacap untuk meneliti tempat pemijahan sidat di Segara Anakan.

Tayang:

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Berikut ini Video Banjir Pujian, Kampung Sidat Kaliwungu Cilacap Berhasil Budidayakan Ikan Sidat.

Pengelolaan ikan sidat di Kabupaten Cilacap dinilai luar biasa dan sesuai rencana aksi nasional konservasi ikan sidat.

Hal itu disampaikan Plt Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Pamuji Lestari saat audiensi Tim KKP bersama Kepala Perwakilan Food and Agricuture Organization (FAO) untuk Indonesia dan Timor Leste, Rajendra Aryal.

Audiensi itu kepada Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji di Ruang Gadri, Rumah Dinas Bupati Cilacap, Rabu (22/12/2021). 

"Kami juga ada poin tersendiri bagaimana di dalam aksi nasional memberikan apresiasi sekaligus pendampingan pembinaan kepada pemerintah daerah."

"Khususnya kepada masyarakat untuk bisa dilakukan sebaik-baiknya," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (23/12/2021).

Dia mengatakan, budidaya sidat di Kabupaten Cilacap mulai dirintis pada 2018 oleh tim yang dipimpin Kepala Pusat Riset Perikanan (Kapusrikan) Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) KKP Yayan Hikmayani.

"Embrionya pada 2018 dan FAO mulai turun (di Cilacap) pada 2020." 

"Kami melihat dan memberikan apresiasi kepada Bupati Cilacap yang sudah luar biasa."

"Dimana bisa memberikan suatu pendampingan juga motivasi serta pembelajaran kepada petani sidat."

"Sehingga bisa menangkap dan mengolah sidat serta membudidayakan secara berkelanjutan," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Rajendra Aryal juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Cilacap dalam mengembangkan budidaya sidat.

"Satu kampung, satu ikan atau satu jenis ikan yang dibudidayakan."

"Ini sangat bagus sekali," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (23/12/2021). 

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji berkata, banyak peneliti yang datang ke Cilacap untuk meneliti tempat pemijahan sidat di Segara Anakan.

Segara Anakan airnya payau merupakan pertemuan air Sungai Citanduy dan sungai lainnya dengan air laut.

Para peneliti mengatakan ini tempat pemijahan sidat. 

"Sungai Citanduy bertemu dengan air laut, sehingga menjadi payau dan sidat berada di sana," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (23/12/2021). 

Selain itu, kata dia, banyak pula permintaan terhadap bibit sidat dari Cilacap.

Sehingga ia berhadap adanya upaya pembesaran ikan tersebut agar memiliki nilai tambah.

Ia pun sempat terkejut ketika makan sidat di sebuah restoran di Jakarta.

Harga ikan tersebut mencapai Rp 1,5 juta atau jauh dari harga di tingkat petani.

Oleh karena itu, dia pun memotivasi petani sidat di Cilacap untuk membudidayakan ikan tersebut karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved