Berita Kriminal Hari Ini

Ulumudin Peragakan Tujuh Adegan, Reka Ulang Pelaku Bunuh Rekannya di Kendal, Dipicu Masalah Asmara

Dalam reka adegan ulang yang dilakukan di tepi jalan Kelurahan Balok, Kecamatan Kota Kendal, Ulumudin memperagakan 7 adegan.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MASUM
Satreskrim Polres Kendal gelar rekonstruksi kasus perkelahian dua remaja berujung maut di tepi jalan Kelurahan Balok, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, Kamis (23/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Satreskrim Polres Kendal melakukan rekonstruksi adegan perkelahian dua remaja yang berujuang maut.

Tersangka adalah Muskaf Ulumudin (20), warga Dusun Tegalsari, Desa Wonosari, Kecamatan Patebon yang telah menghilangkan nyawa temannya Ali Murtadho (21) warga Desa Gubugsari, Kecamatan Pegandon pada awal Desember 2021.

Dalam reka adegan ulang yang dilakukan di tepi jalan Kelurahan Balok, Kecamatan Kota Kendal, Ulumudin memperagakan 7 adegan.

Baca juga: Ketakutan Safrizal Hilang Seusai Dihibur Superhero, Seribu Anak di Kendal Disuntik Vaksin

Baca juga: Rumah Sakit di Kendal Bertambah Satu, RS PKU Aisyiyah Resmi Beroperasi, Berikut Fasilitasnya

Baca juga: SMK Bhakti Persada Kendal Buka Kelas Industri, Gandeng GameLab, Berikut Tujuannya

Baca juga: Orangtua Siswa Miskin Diberi Bantuan Rp 320.000, Baznas Kendal: Kami Sudah Siapkan Rp 2 Miliar

Mulai dari perkelahian awal, aksi mencekik leher korban, hingga adegan meninggalkan korban di selokan.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Daniel Artasasta Tambunan mengatakan, tujuh adegan yang diperagakan tersangka sudah sesuai keterangan saat menjalani pemeriksaan.

Mulai dari adegan pertemuan awal tersangka dengan korban, eksekusi, hingga adegan melarikan diri dari lokasi kejadian.

"Adegan terakhir, tersangka melarikan diri setelah mengetahui korban tidak bernyawa lagi."

"Setelah dicekik dan dibenamkan (korban) ke dalam air selokan," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (23/12/2021).

Kasubsi Prapenuntutan Pidum Kejari Kendal, Adri Kurnia Yudha menyampaikan, hasil reka ulang adegan diketahui ada peristiwa kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

Namun, dalam hal niat tersangka melakukan tindak kekerasan akan dikaji dan telaah lebih lanjut. 

Dengan cara menyesuaikan lagi hasil reka ulang adegan dengan fakta persidangan.

Tujuannya agar dalam menuntut tersangka sesuai fakta persidangan.

"Hasil (rekonstruksi) ini perlu diperdalam lagi motifnya."

"Dari tahap satu fakta persidangan."

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved