Berita Kriminal Hari Ini

Kerudung Karyawati KSP Ditarik Hingga Terlepas, Wakapolres Karanganyar: Murni Kekecewaan Pelaku

Kepolisian telah mengumpulkan sejumlah barang bukti berupa kerudung yang dikenakan korban dan rekaman CCTV. 

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Wakapolres Karanganyar, Kompol Purbo Adjar Waskito. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Perempuan berinisial E, karyawati Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar menjadi korban dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh seorang nasabahnya. 

Berdasarkan informasi, itu terjadi pada Selasa (21/12/2021) sore.

Korban pun telah melaporkan tindakan yang dilakukan seorang nasabahnya itu kepada pihak kepolisian.

Baca juga: Sudah Empat Bulan Ini, 659 Anak Yatim dan Piatu Karanganyar Peroleh Bantuan Atensi Kemensos

Baca juga: Proyek Masjid Agung Karanganyar Molor, Kontraktor Minta Perpanjangan Waktu 10 Hari, Ini Alasannya

Baca juga: Angin Kencang di Karanganyar, Tiga Rumah Rusak dan Belasan Pohon Tumbang, Kejadian Selasa Siang

Baca juga: Remaja 16 Tahun Asal Tuban Karanganyar Ini Meninggal, Seusai Ikuti Kenaikan Sabuk Pencak Silat

Dari rekaman CCTV yang berada di dalam koperasi, terlihat kerudung yang dikenakan korban terlepas karena ditarik oleh pelaku. 

Wakapolres Karanganyar, Kompol Purbo Adjar Waskito menyampaikan, pelaku berinisial DHS sudah diamankan oleh kepolisian guna menjalani pemeriksaan terkait perbuatan yang telah dilakukannya. 

Adapun motif perbuatan tersebut ditengarai kekecewaan dari pelaku karena keinginannya ditolak oleh korban.

Dia menjelaskan, saat itu pelaku mendatangi KSP tempat korban bekerja guna menanyakan perihal utangnya.

"Karena waktunya tutup, sehingga korban menyampaikan agar datang esok hari."

"Pelaku tidak terima dengan jawaban dari korban dan melakukan hal tersebut," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (23/12/2021). 

Kompol Purbo menegaskan, kejadian tersebut murni perkara hukum antara pelaku dengan korban dan tidak ada sangkut pautnya dengan penistaan agama.

Kepolisian telah mengumpulkan sejumlah barang bukti berupa kerudung yang dikenakan korban dan rekaman CCTV. 

"Saat ini Pasal yang kami prasangkakan adalah Pasal 335 KUHP."

"Jadi bukan berniat membuka kerudung (yang dikenakan korban)."

"Tapi menarik, karena rasa kecewa dia (pelaku), sehingga menarik."

"Kebetulan yang terpegang kerudungnya," ungkapnya. 

Pihaknya akan melakukan gelar perkara guna menetapkan status pelaku terkait kasus tersebut pada Kamis (23/12/2021) siang.

Pasalnya, penetapan tersangka harus melalui mekanisme gelar perkara terlebih dahulu. (*)

Baca juga: Cerita Kakak Beradik Asal Temanggung Curi Motor di Kendal, Diky Cuma Butuh Waktu 15 Detik

Baca juga: Pergi Tanpa Kabar Sejak 11 Desember, Lukman Ditemukan Meninggal di Sungai Ketinggring Wonosobo

Baca juga: Pengin Wajah Kamu Glowing Terus? Dokter RSI Banjarnegara: Kuncinya Adalah Kurangi Konsumsi Gorengan

Baca juga: Catatan Jelang Akhir Tahun Pemkab Purbalingga: 49 Desa Masuk Zona Merah, Miskin Ekstrem Ada 25 Desa

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved