Berita Kecelakaan Hari Ini

Kecelakaan Kerja di Semarang - Buruh Bangunan Tewas Tersengat Listrik, Terpental dari Lantai 2

Korban tewas saat bekerja di sebuah rumah Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
POLRESTABES SEMARANG
Pihak kepolisian mengecek lokasi buruh bangunan tewas tersengat listrik saat bekerja di Jalan Dr Wahidin, Candi, Candisari, Kota Semarang, Selasa (21/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Seorang buruh bangunan tewas tersengat listrik saat bekerja di Kota Semarang, Selasa (21/12/2021) sekira pukul 11.00.

Korban adalah BN (67) warga Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Dia tewas saat bekerja di sebuah rumah Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

Baca juga: Sudah Dirilis! Berikut Isi Lengkap Instruksi Wali Kota Semarang Kaitan Natal dan Tahun Baru

Baca juga: Vaksinasi Covid Anak 6-11 di Kota Semarang Dimulai Selasa, Ini Saran Dinkes saat Terjadi KIPI

Baca juga: Selebgram TE Dijual Muncikari Rp 25 Juta di Kota Semarang, Layani Pelanggan Kalangan Atas

Baca juga: Makam KH Soleh Darat di Bergota Semarang Bakal Jadi Wisata Religi, Dikembangkan Mulai Tahun Depan

Akibat tersengat listrik, korban terjatuh dari ketinggian sekira 10 meter. 

Tubuh korban terjatuh bersamaan dengan belasan batu bata putih yang tengah disusun korban saat membangun rumah. 

"Iya betul tadi ada buruh bangunan tersengat listrik sampai meninggal dunia," ucap Kapolsek Candisari, Iptu Handri Kristanto kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (21/12/2021).

Dia menjelaskan, kejadian nahas itu bermula saat korban berada di lantai 2 rumah tempatnya bekerja.

Ketika itu korban sedang memplester tembok bagian samping rumah.

Di lokasi korban bekerja tersebut berdekatan dengan kabel listrik tegangan tinggi.

"Diduga kurang hati-hati korban tersengat aliran listrik dari kabel tersebut hingga terpental lalu jatuh dari ketinggian 10 meter," paparnya.

Melihat kejadian itu, para rekan korban dan warga setempat kaget.

Mereka lantas segera membawa korban ke RS Roemani Semarang namun nyawanya tak tertolong.

Handri menambahkan, korban alami luka parah di bagian kepala.

"Keluarga korban menerima kejadian itu sebagai musibah sehingga menolak untuk diautopsi," tandasnya. (*)

Baca juga: Gereja Katedral Purwokerto Banyumas Bikin Pohon Natal Raksasa dari Sapu Lidi, Begini Maknanya

Baca juga: Foto Nenek di Pameran Serpihan Mata Ecolense Unsoed Purwokerto Obati Kangen Andre

Baca juga: Bobotsari Purbalingga Akan Dikembangkan sebagai Kawasan Perkotaan, Ada Empat Tema yang Diterapkan

Baca juga: Bupati Purbalingga Resmikan Lumbung Pangan di Karangjambe, Petani Tak Kesulitan Lagi Giling Gabah

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved