Berita Purbalingga

Bupati Purbalingga Tantang OPD Bikin Aplikasi Permudah Layanan Birokrasi, Jadi Penilaian Kinerja

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi bakal menjadikan inovasi sebagai alat ukur kinerja organisasi perangkat daerah (OPD).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Dok Kominfo Purbalingga
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi meluncurkan aplikasi Sehat Inovatif dan Aman Pakai (SIAP) Qris dan Sistem Informasi Manajemen Harga Pasar (SIMHP), di Pasar Segama, Kamis (9/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi bakal menjadikan inovasi sebagai alat ukur kinerja organisasi perangkat daerah (OPD).

Rencana yang akan diterapkan mulai 2022 itu diharapkan dapat mendorong OPD melahirkan beragam inovasi untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan dari pemkab.

Hal tersebut disampaikan Tiwi, sapaan bupati, saat meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Harga Pasar (SIMHP) dan Sehat Inovatif dan Aman Pakai (SIAP) Qris di Pasar Segamas Purbalingga, Kamis (9/12/2021).

Acara dihadiri beberapa pimpinan OPD serta pedagang dari tiga pasar, yaitu Pasar Segamas, Bobotsari, dan Bukateja.

Baca juga: Cukup Pakai Aplikasi SIMPH, Warga Purbalingga Kini Bisa Pantau Harga Sembako di 3 Pasar

Baca juga: 400 KK di Bandingan Purbalingga Tak Kesulitan Air Bersih Lagi, Mulai Dipasok Sumur Program Pamsimas

Baca juga: Diguyur Hujan Deras sejak Siang, Talud Halaman Sekolah di Desa Jingkang Purbalingga Ambrol

Baca juga: Mengaku Anggota Persit dan Berniat Jual Tanah, Ibu Rumah Tangga Asal Purbalingga Tipu Warga Banyumas

Pada kesempatan tersebut, Tiwi memberikan tantangan kepada seluruh OPD di lingkungan Pemkab Purbalingga untuk mengembangkan inovasi berbasis aplikasi yang memudahkan layanan birokrasi di Kabupaten Purbalingga.

"Pada 2022 nanti, kinerja OPD akan saya nilai, satu di antaranya dari inovasi. Aplikasi apa yang bisa mereka buat untuk memudahkan layanan birokrasi," terangnya dalam rilis yang diterima, Jumat (10/12/2021).

Tiwi menjelaskan, pandemi Covid-19 memaksa semua pihak, termasuk pemerintah, untuk melakukan inovasi.

Sejak awal pandemi, Pemkab Purbalingga tidak tinggal diam dan terus melakukan layanan, termasuk koordinasi dengan zoom meeting sehingga roda pemerintahan tetap berjalan dengan lancar.

"Ternyata, ada sisi positif pandemi, yaitu kita di pemerintahan dipaksa berinovasi untuk memudahkan layanan," ungkap dia.

Tiwi juga meminta pedagang pasar selalu mengikuti dinamika perdagangan digital guna meningkatkan penjualan.

Dia meminta pasar tradisional tidak kalah dengan swalayan modern, terutama dalam hal penerapan pembayaran nontunai.

"Pedagang Pasar Segamas, Bobotsari, dan Bukateja, coba pakai nontunai sehingga tidak kalah dengan swalayan modern," kata dia.

Baca juga: Terbakar Cemburu, Warga Purbalingga Aniaya Bu Guru di Pertigaan Dukuh Manis Banyumas

Baca juga: Pemerintah Keluarkan Aturan Perjalanan Jarak Jauh Libur Nataru, Warga Harus Sudah Vaksin Lengkap

Baca juga: 15 Bocah Korban Percabulan Guru Agama di Cilacap Alami Trauma, Polisi Beri Pendampingan

Baca juga: Polisi Amankan Siswi Perekam dan Penyebar Video Mesum Pelajar di Salatiga, Dijerat UU ITE

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Purbalingga Johan Arifin mengatakan, dua aplikasi yang diluncurkan tersebut bisa diunduh di aplikasi telepon Android, Playstore.

Melalui aplikasi tersebut, konsumen bisa memantau fluktuasi harga 49 komoditas yang ada di tiga pasar tersebut.

"Konsumen bisa memantau perkembangan harga untuk 49 komoditas yang ada di tiga pasar, yaitu Segamas, Bukateja dan Bobotsari," jelasnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved