Berita Jawa Tengah

Betonisasi Jalan Jadi Hadiah Istimewa Warga Sidomakmur Kendal, Tahun Depan Tak Lagi Mandi Lumpur

Akses jalan alternatif melewati hutan menuju Kota Kendal yang dinantikan sejak lama bakal tersambung berwujud jalan beton pada pertengahan Desember.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MASUM
Sejumlah pekerja sedang memperbaiki jembatan dan senderan jalan alternatif penghubung Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan dengan Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Rabu (8/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Penantian puluhan tahun warga Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, akhirnya terbayar juga.

Akses jalan alternatif melewati hutan menuju Kota Kendal yang dinantikan sejak lama bakal tersambung berwujud jalan beton pada pertengahan Desember 2021.

DPUPR Kabupaten Kendal saat ini sedang melakukan betonisasi sepanjang 4,8 kilometer, anggarannya capai Rp 7,8 miliar.

Baca juga: Dilaporkan Langgar Jam Operasional, Pengelola Karaoke di GBL Kendal Ternyata Pekerjakan PK Anak

Baca juga: Warga Gubugsari Kendal Ditemukan Tewas di Selokan, Hasil Autopsi Meninggal karena Cekikan

Baca juga: Perkelahian Berujung Maut di Kendal, Kapolres: Dipicu Asmara Rekan Kerja

Baca juga: Pemkab Kendal Usul Cabut 7 Perda di Kendal, Dinilai Tak Selaras UU Cipta Kerja, Begini Respon Dewan

Perbaikan jalan berlumpur penghubung Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan dengan Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel menuju Kota Kendal ini untuk mendukung peningkatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.

Di balik itu semua, ada perjuangan hebat warga Sidomakmur tanpa putus asa mengakses jalan berlumpur itu.

Masyarakat dewasa, remaja, bahkan anak-anak kerap kali terjatuh ketika hendak menuju wilayah Kendal bawah melalui jalan alternatif.

Untuk menghindari itu, sebagian warga yang cukup waktu memilih jalan memutar hingga 4 kali lipat melewati Kaliwungu agar bisa sampai ke Kota Kendal.

Seorang warga, Junaidi (60) menceritakan, sejak lahir ia hidup di sebuah desa serupa di tengah hutan.

Akses jalan yang belum memadahi, membuat perekonomian warga Sidomakmur tidak berkembang.

Kata dia, warga harus bersusah payah menjangkau pasar-pasar di Kota Kendal dan sekitarnya untuk menjual hasil usaha. 

Begitu pun anak-anak yang menempuh pendidikan di wilayah Kecamatan Kota Kendal, Gemuh, Pegandon, juga Ngampel.

"Dari saya lahir, jalan ini berupa tanah dan bebatuan."

"Kalau hujan jadi berlumpur, licin."

"Padahal ini jalan paling cepat kami menuju Kota Kendal," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (8/12/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved