Breaking News:

Berita Nasional

Kemenag Keluarkan Aturan terkait Ibadah Natal 2021, Ibu Hamil dan Lansia Diminta Ibadah di Rumah

Jelang perayaan Natal, Kementerian Agama (Kemenag) keluarkan surat edaran (SE) terkait pelaksanaan ibadah dan perayaan di tengah pandemi Covid-19.

Editor: rika irawati
Tribun Jateng/Saiful Masum
ILUSTRASI. Susana Misa Malam Natal I di Ruang Utama Gereja Katedral Semarang, Senin (24/12/2018) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Jelang perayaan Natal, Kementerian Agama (Kemenag) keluarkan surat edaran (SE) terkait pelaksanaan ibadah dan perayaan di tengah pandemi Covid-19.

Selain membatasi jemaat 50 persen dari kapasitas ruangan, dalam SK tersebut juga ditulis imbauan kepada jemaat lansia dan ibu hamil agar mengikuti ibadah dari rumah.

Aturan ini tertuang dalam SK bernomor 31 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada Saat Perayaan Natal Tahun 2021 itu di atur

SE tersebut ditandatangani Menag Yaqut Cholil Qoumas pada 29 November 2021.

"Surat edaran diterbitkan sebagai panduan umat Kristiani yang akan menyelenggarakan ibadah dan perayaan Natal di rumah ibadah masing-masing dengan tetap menaati protokol kesehatan," ujar Yaqut dilansir dari siaran pers di laman resmi Sekretariat Kabinet, Kamis (2/12/2021).

Baca juga: Sudah Menjadi Keputusan, Cuti Bersama Natal 24 Desember 2021 Ditiadakan

Baca juga: Bupati Banyumas Kembali Aktifkan Tempat Karantina, Siap Tampung Pemudik Libur Natal dan Tahun Baru

Baca juga: Polisi Bakal Lakukan Penyekatan di Perbatasan saat Libur Nataru, Pengendara Luar Kota Wajib Bawa SKM

Baca juga: Pemerintah Tetapkan Level 3 PPKM di Seluruh Indonesia saat Libur Nataru, Ini Kata Epidemiolog

"Terutama, dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19 dan perlindungan masyarakat dari risiko ancaman dampaknya," lanjutnya dikutip dari Kompas.com.

Yaqut menuturkan, kesehatan dan keselamatan seluruh warga negara Indonesia merupakan prioritas utama yang wajib dipertimbangkan dalam menetapkan kebijakan penyelenggaraan kegiatan ibadah dan perayaan Natal di masa pandemi ini.

Oleh karenanya, panduan diterbitkan dalam rangka mencegah, menanggulangi, dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di gereja, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam perayaan Natal tahun 2021.

"Upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di tempat ibadah pada saat Natal tahun 2021 harus dilakukan. Kita semua mesti waspada, terlebih dengan munculnya varian baru, yakni Omicron di sejumlah negara," jelas Yaqut.

"Rumah ibadah harus menjadi contoh terbaik dalam upaya pencegahan persebaran Covid-19," lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved