Breaking News:

Berita Kriminal

Warga Banyuanyar Solo Dibekuk Polisi, Cabuli Anak setelah Diajak Minum Miras di Kafe

Polresta Solo menangkap Handi Dwi Cahyono atau HDC, warga Banyuanyar, Banjarsari, Solo.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Muhammad Sholekan
Tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap anak, Handi Dwi Cahyono atau HDC, dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Solo, Rabu (24/11/2021). 

Dalam kasus tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.

"Satu unit mobil BMW milik tersangka dan beberapa dokumen elektronik dan dokumen lain terkait turut disita," jelasnya.

Polisi juga menyita beberapa botol minuman keras yang diduga diminum korban maupun tersangka sesaat sebelum terjadinya tindak pidana pencabulan.

Terhadap tersangka, polisi menjerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 81 ayat (2) jo Pasal 76D dan/atau Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Baca juga: Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Cari Solusi Lahan Pertanian Menyusut akibat Proyek Tol Solo-Yogya

Baca juga: Pimpin Rakor Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Bupati Cilacap Ingatkan Warga Ancaman Covid Masih Ada

Baca juga: Puji Wajah Baru Alun-alun Purwokerto, Warga Banyumas: Lebih Cantik dan Manglingi

Baca juga: Dalam Hitungan Jam, Puluhan Pemotor Tergelincir Jatuh di Jalan Arteri Yos Sudarso Kota Semarang

Selain itu, juga Pasal 89 ayat (2) jo Pasal 76J ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak .

"Pada Pasal 81 ayat (2) jo Pasal 76D dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar," jelasnya.

Untuk Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

"Pasal 89 ayat (2) Jo. pasal 76J ayat (2) dengan ancaman pidana penjara paling singkat 2 tahun paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 20 juta dan paling banyak Rp 200 juta," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved