Breaking News:

Berita Tegal Hari Ini

Suami Pidanakan Istrinya Karena Dugaan Pemalsuan Akta Jual Beli Kapal, Sidang di PN Kelas 1A Tegal

Kuasa hukum terdakwa, Binton Sianturi mengatakan, kliennya didakwa karena telah memasukkan keterangan palsu pada akta autentik. 

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Sidang virtual dalam perkara pemalsuan akta jual beli kapal di Pengadilan Negeri Kelas IA Tegal, Rabu (24/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Seorang suami di Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal, mempidanakan istrinya sendiri atas dugaan kasus pemalsuan akta autentik jual beli kapal.

Saat ini kasus tersebut sudah masuk ranah pemeriksaan saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tegal

Pelapor bernama Budi Santoso.

Sedangkan terdakwa yang juga merupakan istri pelapor adalah Sri Dewi. 

Baca juga: Banjir di Tegal Disebabkan Karena Hujan Ekstrem, Berikut Penjelasan Lengkap BMKG

Baca juga: Ini Alasan Warga Belum Boleh Masuk Alun-alun Kota Tegal, Padahal Pagar Seng Sudah Dibongkar

Baca juga: Baron Hill Guci Tegal Tambah Spot Foto, Terbaru Dino Land: Tempat Foto Berlatar Dinosaurus

Baca juga: Kota Tegal Dikepung Banjir, Yanti Terpaksa Dorong Motor Karena Mogok: Ini Air Sampai Lutut

Dia mempidanakan istrinya dengan Pasal 266 KUHP tentang Pemalsuan Dokumen. 

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa disebut telah menempatkan keterangan palsu dalam akta jual beli. 

Pemalsuan akta autentik tersebut menyebutkan bahwa terdakwalah yang melakukan jual beli kapal.

Sebaliknya, dijelaskan dalam dakwaan bahwa yang melakukan jual beli kapal bukanlah terdakwa, melainkan pelapor. 

Kapal disebutkan telah dibeli oleh pelapor dari pemilik dengan inisial MF seharga Rp 200 juta. 

Kuasa hukum terdakwa, Binton Sianturi mengatakan, kliennya didakwa karena telah memasukkan keterangan palsu pada akta autentik. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved