Berita Hiburan

Puji Pentas Metamorfosa Lengger, Dirjen Kemendikbud Hilmar Farid: Jadi Alternatif Dokumentasi Seni

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid memuji pementasan 'Metamorfosa Lengger'.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Tribunbanyumas/Dok Humas Rumah Lengger Banyumas
Pementasan 'Metamorfosa Lengger' yang digelar Yayasan Rumah Lengger di SMK Negeri 3 Banyumas, Sabtu (20/11/2021). Acara ini digelar secara daring dan luring. 

Pemkab akan membelikan dua kapal wisata dengan anggaran Rp 750 juta per kapal guna menunjang Kota Lama Banjoemas.

"Kami juga sudah menyediakan bus wisata yang tinggal dioperasikan saja," imbuhnya.

Lengger Banyumas sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang dilestarikan dan dikembangkan agar menjadi kebanggaan masyarakat.

Pihaknya bercita-cita komplek Pendapa Yudhanegara, Kecamatan Banyumas, menjadi sentra kegiatan budaya dan kesenian.

Baca juga: Hanya 5 Hari! Keris Kiai Kanjeng Naga Siluman Milik Diponegoro Dipamerkan di Museum Keris Solo

Baca juga: Buka 10 Besar Liga 3 Zona Jateng, Persika Karanganyar vs Persak Kebumen Berbagi Poin lewat Skor 2-2

Baca juga: Kunjungi Korban Selamat Longsor Banjarnegara, Ini Janji Mensos Tri Rismaharini

Baca juga: Bea Cukai Kudus Gerebek 6 Rumah di Jepara, Temukan Pekerja Kemas Rokok Ilegal

Dia juga mengapresiasi seniman yang menggelar pementasan ini secara terbatas dan daring.

Ini menjadi bukti bahwa pelaku seni bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi yang belum usai.

Pagelaran Metamorfosa Lengger ini memadukan lintas disiplin seni.

Pentas kolaboratif dalam program Fasilitasi Bidang Kebudayaan ini menampilkan kisah perjalanan panjang proses pendokumentasian seni dan riset yang menandai kelahiran satu tahun Rumah Lengger.

Pertunjukan ini mengangkat empat bentuk kesenian yang mencakup koreografi tari, film, musik tradisi dan seni rupa.

Untuk tari, koreografinya mengeksplorasi Lengger Barangan, Lengger Sintren, dan Calengsai (Calung Lengger Barongsai)

Menurut Rianto, produser sekaligus koreografer tari " Metamorfosa Lengger", pementasan tidak sekadar memadukan unsur budaya Jawa dan Tionghoa.

Tapi, juga berkolaborasi pemutaran film dan musik tradisi.

Sedang seni rupa terintegrasi sebagai bagian dari panggung pementasan dan sarana pertunjukan tari.

Di sela pentas, penonton menyaksikan tiga buah film tentang perjalanan kesenian lengger tradisional yang berkeliling kampung untuk manggung.

Selanjutnya, kesenian lengger berpadu dengan sintren hingga kelahiran seni Calengsai.

Tampilan tata panggung yang apik dan dukungan tata lampu dan kamera yang menawan menambah greget cerita perubahan kesenian lengger dari masa ke masa secara ringan dan menarik. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved