Breaking News:

Berita Semarang

Mucikari Prostitusi Online di Kota Semarang Diciduk, Gaet PSK Lewat Lowongan Kerja di Facebook

Polrestabes Semarang mengungkap kasus prostitusi online yang beroperasi di Palapa Jalan Gayamsari II, Kelurahan Gayamsari, Kota Semarang.

TRIBUNBANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Polisi menunjukkan barang bukti dan mucikari prostitusi online yang beroperasi di rumah kos di wilayah Kota Semarang, dalam konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Senin (22/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Polrestabes Semarang mengungkap kasus prostitusi online yang beroperasi di Palapa Jalan Gayamsari II, Kelurahan Gayamsari, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Dalam kasus tersebut, polisi menangkap Darwin Pratomo, warga Kendal, yang bertindak sebagai mucikari atau menawarkan jasa kencan kilat melalui aplikasi Michat.

Tidak hanya itu, Darwin juga membuka lowongan kerja melalui Facebook yang isinya tawaran kerja menjadi wanita ++ dengan penghasilan menggiurkan.

Ada empat penjaja seks yang ditawarkan Darwin. Satu di antaranya, masih berumur 14 tahun.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, kasus ini terbongkar setelah adanya laporan dari masyarakat terkait praktik prostitusi di rumah kos tersebut.

Baca juga: Hendi Minta Warga Tunda Mudik saat Libur Nataru, Tak Mau Kasus Covid di Kota Semarang Melonjak Lagi

Baca juga: Polisi Temukan Celurit dari 14 Pelajar di Kota Semarang yang Diciduk saat Berniat Tawuran

Baca juga: Warga Tolak Penetapan Tanah Musnah Lahan Tambak Terdampak Tol Semarang-Demak

Baca juga: Merasa Diteror Banjir Rob, Warga Tambaklorok Kota Semarang Minta Pembangunan Tanggul Laut Diwujudkan

Berbekal laporan ini, polisi kemudian menggerebek kos dan menemukan sepasang bukan suami istri dan korban-korban lain yang disiapkan sebagai wanita penghibur.

"Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata wanita-wanita tersebut merupakan korban dari pelaku," ujar dia saat konfrensi pers di Mapolrestabes Semarang, Senin(22/11/2021).

Menurutnya, kepada para pelamar, Darwin menawari pekerjaan di Kota Semarang.

Namun, bukanlah pekerjaan yang halal, para pelamar malah dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

"Hal ini dibuktikan adanya kontrak kerja. Pada kontrak kerja disebutkan, korban siap dijadikan wanita panggilan dan siap melayani siapapun, termasuk pelaku," ujar dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved