Breaking News:

Berita Klaten

Salah Hitung, Pembayaran 9 Bidang Tanah Terdampak Tol Solo-Yogya di Klaten Ditarik. Dibayar Ulang

Pembayaran ganti rugi sembilan bidang tanah terdampak Tol Solo-Yogyakarta di Klaten ditarik dan akan dilakukan pembayaran ulang.

Editor: rika irawati
TribunSolo.com/Tri Widodo
Pekerja memasang girder overpass untuk menyambungkan jalan Tol Solo-Yogya dengan jalan Tol Solo-Ngawi, di pinggir Jalan Raya Solo-Semarang, Jumat (19/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KLATEN - Pembayaran ganti rugi sembilan bidang tanah terdampak Tol Solo-Yogyakarta di Klaten ditarik dan akan dilakukan pembayaran ulang.

Ini terjadi lantaran terjadi salah penghitungan nilai ganti rugi.

Sembilan bidang tanah itu ada di Desa Terubasan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Nilainya, mencapai Rp 5 miliar.

Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah BPN Klaten, Sulistiyono membenarkan adanya kesalahan dalam menghitung uang ganti rugi bagi sejumlah warga terdampak tol.

"Ada sembilan bidang yang kami retur ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), ada sekitar Rp 5 miliar," ungkap dia, dikutip dari TribunSolo.com, Minggu (21/11/2021).

Baca juga: Warga 2 Desa di Klaten Gugat BPN, Tak Sepakat Nominal Ganti Rugi Pembebasan Lahan Tol Solo-Yogya

Baca juga: Tergusur Proyek Tol Solo-Yogyakarta, 200 Makam di TPU Desa Taskombang Klaten Bakal Direlokasi

Baca juga: Viral Mobil Plat Merah Milik Dinkes Klaten Halangi Ambulans, Begini Kronologi dan Akhirnya

Baca juga: Pedagang Makanan di Klaten Jadi Korban Order Fiktif, Ada Pesanan Jutaan Rupiah untuk Panti Asuhan

Sulistiyono mengatakan, alasan pembayaran sembilan bidang tersebut diretur karena ada kesalahan dalam menghitung di LMAN.

Sehingga, yang terbayarkan di bidang tersebut hanya sebagian.

"Mungkin, LMAN kurang cermat. Salah satu bidang ada terdiri satu sertifikat namun terpisah jalan sehingga yang terhitung bidang di bawah saja, yang di atas belum terhitung," aku dia.

Nantinya, menuurt Sulistiyono, uang ganti rugi dari sembilan bidang tersebut akan dikembalikan lagi ke LMAN dan dilakukan pembayaran ulang.

"Sembilan bidang tersebut direvisi," ujar Sulistiyono.

Halaman
12
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved