Breaking News:

Berita Kebumen

Berkat Helm, Warga Kebumen Terjun ke MotoGP. Begini Cerita Mugiyono Jadi Teknisi Helm Pembalap Dunia

Mugiyono tak menyangka, berkat helm, dia bisa mengikuti langsung kejuaraan dunia MotoGP.

Editor: rika irawati
Instagram.com/mugiyononathania
Mugiyono (kanan) foto bersama pebalap tim Ducati, Francesco Bagnaia, selepas balapan MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Spanyol, Minggu (14/11/2021). 

Dia hanya absen ketika ada kendala tertentu, misalnya, pada seri GP Amerika Serikat di mana ia terkendala visa.

"Saya memiliki tempat sendiri untuk servis helm, di truk besar yang seperti motohome itu. Tapi, saya juga harus ke tempat (paddock) Ducati dan Aprilia untuk mengantarkan helm," kata Mugi.

"Setelah mereka (pebalap) selesai memakai, saya ambil helmnya untuk saya servis. Saya cek busa-busanya, masih layak pakai atau tidak, kondisi kacanya ada goresan atau tidak, lock-nya masih bagus apa tidak, saya cek semua." ujarnya.

Baca juga: Akses Jalan Desa Gununglurah-Desa Sambirata Banyumas Putus, Tertutup Longsor Tebing setebal 3 Meter

Baca juga: Polisi Temukan Celurit dari 14 Pelajar di Kota Semarang yang Diciduk saat Berniat Tawuran

Baca juga: Kebumen Berstatus Level 2 PPKM, Pagelaran Wayang Kulit Sudah Diizinkan Digelar

Baca juga: Empat Desa di Cilacap Terendam Banjir akibat Tanggul Sungai Cikawung Jebol, 50 Warga Mengungsi

Mugiyono mengungkapkan, ia adalah satu-satunya orang dari pihak KYT yang dikirim dari Indonesia.

Namun, dalam menjalankan tugas, ia bekerja sama dengan satu rekan yang berasal dari Perancis.

"Dari Indonesia, saya sendiri. Tapi, nanti (sampai di tujuan), bertemu teman saya, satu, dari Perancis."

"Untuk MotoGP 2021, ada empat pebalap yang kami support, ada Aleix Espargaro, Francesco Bagnaia, Enea Bastianini, dan satu lagi Lorenzo Savadori."

"Kalau dari Moto2, ada empat juga, ada Stefano Manzi, Nicolo Bulega, Simone Corsi, dan Augusto Fernandez. Kemudian, di Moto3, ada Andi Gilang, Dennis Foggia, Romano Fenati, sama Jaume Masia," ungkap Mugiyono.

Berkat Restu Keluarga

Berkiprah secara langsung di MotoGP, sebagai teknisi helm pebalap, tidak pernah dibayangkan Mugiyono.

Semua ini, ia raih berkat ketekunan dan perjuangan serta restu dari orang tua.

"Tahun 2010, saya mulai (berkecimpung di perusahaan helm). Awalnya, saya di bagian produksi. Untuk bagian racing, waktu itu belum ada, jadi saya memang ditarik ke sana."

"Saya tidak pernah membayangkan tapi saya bermimpi suatu, saat bisa di MotoGP. Dari awal saya tekuni untuk servis helm karena ini sudah menjadi pekerjaan saya."

"Orang tua, istri, dan anak juga mendukung, sampai saya bisa ke jenjang yang paling tinggi, yaitu MotoGP. Yang paling utama adalah restu orang tua," ucap Mugiyono soal dukungan keluarga terhadap profesinya.

Tak lupa, Mugi mengucapkan terima kasih kepada KYT yang membuatnya bisa berkiprah di MotoGP.

"Terima kasih KYT," ucap Mugiyono.

Setelah pulang dari Valencia, Mugiyono sudah ditunggu pekerjaan berikutnya.

Saat ini, ia sedang menjalani karantina sebelum kembali ke kantor untuk bekerja.

Desember nanti, Mugiyono mulai membuat helm-helm baru untuk dipakai pada MotoGP musim 2022. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Mugiyono, Teknisi Helm MotoGP dari Kebumen".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved