Breaking News:

Berita Banjarnegara

Gunakan Panas Bumi, Geodipa Siapkan Listrik Berkekuatan 10 MW di Dieng Banjarnegara

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengapresiasi PT Geo Dipa Energi (Persero) (GeoDipa) dalam upaya menyediakan energi listrik dari panas bumi.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
ISTIMEWA
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengunjungi PLTP Small Scale Dieng 10 MW, Sabtu (13/11/2021). 

Dalam kunjungan itu, Wamen juga melihat secara langsung PTLP Small Scale dan persiapan Spud-In Drilling unit 2 Dieng.

PLTP Small Scale Dieng adalah salah satu bentuk pengembangan energi terbarukan skala kecil yang reliabel dan dapat diaplikasikan di daerah-daerah terdepan di Indonesia.

Small Scale sangat tepat menjadi pendorong penggunaan energi bersih untuk kebutuhan Demand Creation karena pembangunannya cepat, serta cocok untuk pariwisata, industri setempat, dan menjaga ketahanan negara, yang sejalan dengan komitmen Net Zero Emission dunia.

PLTP Small Scale Dieng merupakan pembangkit skala kecil jenis flash condensing pertama di Indonesia.

Proyek Small Scale tersebut memberikan konsumsi uap/steam yang lebih efisien sehingga mendukung kegiatan operasional guna memenuhi aspek keberlanjutan.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Selasa 16 November 2021: Rp 1.923.000 Per 2 Gram

Baca juga: Cuaca Purbalingga Hari Ini, Selasa 16 November 2021: Malam Diprediksi Hujan, Suhu 21 Derajat Celcius

Baca juga: Cuaca Purwokerto Hari Ini, Selasa 16 November 2021: Waspadai Hujan Disertai Petir Malam Ini

PLTP Small Scale Dieng sebesar 10 MW juga telah masuk dalam program strategis nasional RUPTL (2019-2028), Road Map Panas Bumi EBTKE 2017-2025, bahkan termasuk Kegiatan Prioritas Pemantauan Kantor Staf Presiden Jokowi yang selalu dimonitor guna peningkatan Kapasitas Terpasang PLTP di Indonesia.

Keberadaan GeoDipa di Dieng sekaligus bentuk komitmen Indonesia kepada dunia bahwa Indonesia serius dalam mengurangi emisi karbon.

Seperti diketahui, pada pertemuan COP26 di Glasgow beberapa waktu lalu, semua negara telah berkomitmen untuk mencapai emisi nol bersih (net zero emission/NZE) pada 2060 dengan pengurangan karbon yang diakibatkan oleh energi fosil, serta tetap menjaga hutan yang lebih agresif melalui pencapaian pada tahun 2030.

Ini sekaligus bentuk komitmen Indonesia kepada dunia bahwa Indonesia serius mengurangi emisi karbon. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved