Breaking News:

Berita Banyumas

Potret Kesenjangan Upah Daerah, Warga Banyumas Pilih Bekerja di Jakarta dibanding di Jateng

Selisih UMK antar provinsi yang cukup besar membuat Aji Bayu S (26) memilih merantau ke Jakarta dibanding mencari pekerjaan di Jawa Tengah.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Ilustrasi. Pekerja pabrik garmen di Kabupaten Banyumas menyelesaikan pekerjaan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Selisih upah minimum kabupaten/kota (UMK) antar provinsi yang cukup besar membuat Aji Bayu S (26) memilih merantau ke Jakarta dibanding mencari pekerjaan di Jawa Tengah.

Sudah tiga tahun ini, warga Berkoh, Kabupaten Banyumas, itu mengadu nasib di Ibu Kota Jakarta.

"Sudah sekitar tiga tahun ini saya kerja di Jakarta. Waktu itu diajak saudara," kata pemuda yang kini bekerja di pabrik elektronik tersebut, Selasa (9/11/2021).

Meski enggan mengungkap nominal upah yang diterima, Aji mengatakan, upah di Jakarta lebih besar dibanding di tanah kelahirannya di Banyumas.

Baca juga: Konsultasikan 29 Raperda, Ini Wejangan yang Diterima DPRD Banyumas dari Kemenkumham Jateng

Baca juga: Mendoan Jadi Kebanggaan Masyarakat Banyumas Raya, Ditemukan secara Kebetulan Menurut Ahmad Tohari

Baca juga: Selamat, SMP Negeri 1 Somagede Juarai Lomba Karawitan Banyumas Jejang Sekolah Menengah

Baca juga: Begini Kata Kasatlantas Polresta Banyumas Terkait Peretasan Akun Twitter Satlantas

"Sebetulnya, plus minus sih. Kalau di sini, memang besar upahnya. Tapi, memang apa-apanya ya cukup mahal."

"Tinggal bagaimana kita mengatur keuangan," ujarnya.

Jelang pergantian tahun seperti saat ini, buruh biasa meminta adanya kenaikan UMK.

Pada tingkat Provinsi Jateng, mulai muncul usulan UMK naik 16 persen.

Namun, di tingkat Kabupaten Banyumas, usulan UMK 2022 belum juga mengemuka.

Hal ini dibenarkan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Banyumas Haris Subiyakto.

"Belum dibahas, baru akan dirapatkan lagi nanti," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa.

Sementara itu, Kepala Dinakerkop UKM Banyumas Joko Wiyono mengatakan, masih belum memutuskan terkait hal tersebut.

"Kami belum memutuskan dan sedang menunggu data BPS dari pusat," imbuhnya. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Temukan Ada Guru dan Murid di SDN Nusukan Barat Tak Pakai Masker, Wali Kota Solo Perintahkan Swab

Baca juga: Tempat Parkir di Stasiun Semarang Tawang Makin Luas, Tarif Inap Kendaraan Mulai Rp 17 Ribu

Baca juga: Eks Pekerja Migran Cilacap Dapat Pelatihan IT dari BPSDMP, Pemkab Siap Berkolaborasi

Baca juga: Warga Kandri Banjarnegara Terpaksa Turun Gunung Dapatkan Air Bersih setelah Longsor Rusak Mata Air

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved